RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi disebut eks asisten Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, kecipratan uang suap dana hibah dari pemerintah terhadap KONI sebesar Rp 3 miliar.

Achsanul membantahnya. Dia menjelaskan, kasus yang dimaksud Ulum adalah kasus dana Hibah KONI yang diperiksa oleh BPK tahun 2016. Sementara tahun itu, Achsanul belum menjabat sebagai Anggota BPK.

Baca Juga : Lutfi Suntikkan Vitamin

"Pemeriksaan Hibah KONI belum periode saya. Surat Tugas Pemeriksaan bukan dari saya. Saya memeriksa Kemenpora pada tahun 2018 untuk pemeriksaan Laporan Keuangan," ujar Achsanul dalam rilis yang diterima RMco.id, Sabtu (16/5).

Eks anggota Komisi XI DPR ini menyatakan tak kenal dengan Ulum. Tak pernah ada pertemuan dan komunikasi dengan Ulum. "Ulum itu aneh, saya nggak kenal dan nggak pernah komunikasi, nggak pernah ketemu. Nama yang disebut-pun tak ada yang saya kenal," tegasnya.

Baca Juga : Korban Gempa Kangen Dilongok Jokowi

Achsanul menyatakan, dirinya akan senang jika bertemu dengan Ulum untuk mengkonfirmasi ucapan dan tuduhannya. "Semoga saudara Ulum bisa menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya, jangan melempar tuduhan tanpa dasar dan fakta yang sebenarnya," harap Achsanul.

Menurut dia, temuan di Kemenpora memang komplit permasalahannya. Hal ini melibatkan aspri yang masuk dalam sistem birokrasi Kementerian. Achsanul bilang, hal ini tidak bagus dan harus dihentikan.

Baca Juga : Ngeri Juga Ngiri

"Rekomendasi BPK tegas demi perbaikan di Kemenpora. Dan sejak 2018 sampai saat ini sudah mulai ada perbaikan yang sangat signifikan," klaimnya.

"Dan saya mendukung proses hukum kasus KONI ini berjalan lancar dan fair, tanpa ada fitnah pada pihak lain, termasuk kepada saya sendiri," tutup Achsanul.[OKT]