RMco.id  Rakyat Merdeka - Said Didu Jumat (15/5) kemarin diperiksa penyidik Bareskrim Polri dalam kasus penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Eks Sektretaris Kementerian BUMN itu diperiksa selama 12 jam. Dari siang, hingga malam.

Politisi PDIP Ruhut Sitompul menyebut, ibarat pertandingan tinju, pemeriksaan kemarin baru ronde pertama. Akan ada ronde berikutnya. 

Baca Juga : Menteri Sri Mulyani Usul Pemda Disuntik Insentif

"Ibarat tinju ronde1 selesai diperiksa sebagai saksi @msaid_didu, Kita harus bersabar menunggu ronde ke 2 diperiksa sebagai apa? Tolong jangan ada yang mendahului. Kita tunggu hasilnya percayakan bapak-bapak  polisi dari Mabes Polri yang sangat profesional menangani kasus ini MERDEKA. _" tulis Ruhut dalam akun Twitternya, Sabtu (16/5).

Terpisah, kuasa hukum Said, Helvis, menyatakan lamanya pemeriksaan lantaran kliennya dicecar penyidik hingga lebih dari 50 pertanyaan.

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut  video yang diunggah ke Youtube dengan judul "Luhut: Uang, Uang, dan Uang". Dalam video berdurasi 22 menit itu, Said Didu yang diwawancara Hersubeno Arief, menuding Luhut hanya mementingkan keuntungan pribadi ketimbang urusan mengatasi pandemi virus corona. Video itu yang kemudian jadi dasar pelaporan Luhut ke polisi pada 8 April lalu. 

"Misalnya, ada pertanyaan, temanya direncanakan atau tidak, siapa moderatornya dan maksud dari konten tersebut apa," beber Helvis, Sabtu (16/5). 

Baca Juga : Perta Arun Gas Gali Potensi Bisnis di Kuwait

Said Didu, kata Helvis, sudah menerangkan dengan jelas kepada penyidik. Di dalam video conference tersebut, Said disebut hanya menjelaskan analisis sebuah kebijakan pemerintah. Yakni, antara memilih pembangunan ekonomi atau menangani Covid-19.  "Jadi, harus ditonton dari awal sampai akhir. Jangan hanya dipotong bagian tertentu saja tidak ada arti maknanya. Jadi, itu yang kami sampaikan ke penyidik," tuturnya. 

Dia pun membantah rumor yang menyebut kliennya sudah menyandang status tersangka. "Belum ada penetapan tersangka. Mudah-mudahan tidak," harap Helvis.  [OKT]