Hati-Hati Bermedsos, Lindungi Data Diri dari Target Kejahatan

Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha saat menjadi narasumber di ngobrol Santuy Live Instagram @rakyatmerdeka1999 dengan tema Awas Data Dijebol Jumat (22/5). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha saat menjadi narasumber di ngobrol Santuy Live Instagram @rakyatmerdeka1999 dengan tema Awas Data Dijebol Jumat (22/5). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Saat ini keamanan data diri, baik itu email, akun platform, data whatsApp, smartphone dan yang lainnya berpeluang diserang hacker. Terlebih di zaman teknologi canggih seperti sekarang ini, kebobolan data akan sangat mungkin.

Pakar Keamanan Siber Pratama Prasadha mengungkapkan, sebenarnya kebocoran data itu sudah terjadi sejak dulu, entah data pribadi, institusi, atau pun data negara.

Menyikapi hal tersebut Pratama memberikan beberapa tips agar data diri kita aman dari serangan hacker, bahkan bisa bobol, beberapa pihak bisa memanfaatkan data tersebut.

Berita Terkait : Ini Bahaya, KPU Mestinya Lindungi Pemilih

"Soal menjaga keamaan data pribadi, sebaiknya kita jangan mengharapkan perlindungan dari oranglain, e-commerce atau negara sekalipun. Diri kita sendiri yang harus mengamankannya," ungkap Pratama saat Ngobrol Santuy Live Instagram @rakyatmerdeka1999 dengan tema Awas Data Dijebol yang dipandu oleh wartawan Rakyat Merdeka M. Fiki Aziz, Jumat (22/5) malam.

Selain itu, Pratama mengingatkan kita untuk berusaha membuat password yang aman. "Password apa aja, email, akun belanja, medsos dan yang lainnya. Harus sudah dibiasakan membuat password dengan 8 karakter, yang terdiri huruf besar, huruf kecil, angka dan lambang," tambahnya.

Lebih lanjut Pratama mengingatkan kita untuk sebisa mungkin menghindari pemakaian wifi gratis. Karena ini sangat mudah di-hack pihak lain. Dengan mudah mereka mencuri data kita.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi, Penjualan UMKM Pertamina Tembus Angka Rp 4 Miliar

"Sebisa mungkin kita berbelanja di platform yang aman. Di sini data kita banyak yang masuk, entah itu email dan nomor handphone. Salah milih platform? ya data kita yang bahaya, tambah Pratama.

Lebih lanjut Pratama mengingatkan kita untuk membatasi orang-orang untuk mengetahui informasi yang kita punya. "Saat kita punya infomasi, batasi pihak lain untuk mengetahuinya. Karena nantinya, data kita akan menjadi target kejahatan," ungkapnya.

Terlebih, menurut dia saat ini medsos sudah sangat efektif mempublikasikan data atau informasi diri kita, saat kita memberi keterangan di facebook, instagram, twitter, atau yang lainnya, peluang kebocoran data akan sangat tinggi.

Baca Juga : Pesawat Jatuh di Karachi, Kemlu: Tak Ada Penumpang WNI

"Akan lebih aman, saat bermedsos, kita tidak terlalu mempublikasikan informasi pada khalayak, ini bisa menjadi awal dari munculnya kejahatan cyber. Jadi berhati-hatilah di medsos," pungkas Pratama [SRI]