RMco.id  Rakyat Merdeka - Wacana mengembalikan kegiatan belajar mengajar di sekolah saat pandemic Covid-19 perlu dipertimbangkan secara matang. Performa pemerintah dalam mengatasi pandemic harus ditingkatkan lagi.

“Ini penting karena mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke sekolah akan melibatkan jutaan siswa dan guru,” tutur Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra dalam rilis yang diterima RMco, Senin (25/5).

Berita Terkait : Strategi Pemerintah Tangani Covid-19 Adalah Dengan Perbanyak Kampanye

Nadia mengungkapkan, meskipun belum ada penurunan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah sedang mengkaji dan merencanakan berbagai alternatif untuk membuka sekolah tahun ajaran baru 2020/2021 yang akan dimulai pada bulan Juli.

Perencanaan ini tentu saja berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya akibat adanya pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 ini telah memaksa siswa untuk melakukan kegiatan belajar jarak jauh dari rumah sejak dua bulan yang lalu.

Baca Juga : Dompet Dhuafa Luncurin Aksi Peduli Dampak Corona Dan Stunting

“Pertimbangan untuk membuka sekolah harus diimbangi dengan meningkatnya performa pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Yang terjadi pada beberapa hari belakangan ini justru adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang cukup signifikan secara nasional,” katanya.

Pada saat ini, tren kasus di Indonesia masih cenderung cukup tinggi. Jika jumlah kasus tidak menurun secara signifikan hingga bulan Juli, keputusan untuk membuka sekolah akan sangat berbahaya bagi kesehatan peserta didik, tenaga pendidik, dan juga orang tua.

Baca Juga : Total 1.000 Ventilator Donasi Amerika Sudah Tiba di Jakarta

Tanpa adanya komitmen yang kuat dari pemerintah dalam mengatasi pandemi, keputusan untuk melanjutkan pendidikan jarak jauh masih merupakan alternatif yang baik dilakukan terlepas dari berbagai keluhan terkait dengan kurangnya akses dan lain sebagainya.

“Pemerintah perlu mengkaji pertimbangan untuk mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke sekolah. Kondisi persebaran Covid-19 di setiap daerah berbeda dan hal ini tentu membutuhkan penanganan yang perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah,” jelas Nadia.
 Selanjutnya