OTT Rektor UNJ, Polisi Kenakan Pasal Pungli

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri (Foto: Tribratanews Polri)
Klik untuk perbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri (Foto: Tribratanews Polri)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya berencana menggunakan Pasal 11 tentang Pungutan Liar terkait operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, terhadap tujuh orang yang diduga terlibat perkara gratifikasi baik dari pihak Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Yusri Yunus mengatakan, Kepolisian sudah memeriksa tujuh orang yang terlibat dalam perkara gratifikasi tersebut. Baik dari unsur UNJ maupun dari unsur pejabat Kemendikbud.

Baca Juga : Soal New Normal Ala Menkes, Anggota Fraksi PAN: Jangan Terlalu Gembira

“Tujuh orang itu sudah kami kenakan wajib lapor,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, saat dikonfirmasi Senin, (25/5).

Saat ini, tim penyidik masih mendalami perkara tersebut dan memeriksa para saksi yang diduga mengetahui peristiwa tindak pidana gratifikasi atau pungutan liar tersebut.

Baca Juga : Update Corona 25 Mei: Terus Meningkat, Pasien Positif Sudah 22.750 Jiwa

Seperti diketahui, KPK telah menerima laporan dari Inspektorat Jenderal Kemendikbud soal dugaan penyerahan uang oleh pihak UNJ kepada pejabat Kemendikbud.

Sementara itu, pihaknya telah berhasil menangkap satu orang dan memeriksa enam orang dalam operasi tangkap tangan.

Baca Juga : Produksi Pertanian Dan Sayuran Meningkat, Ekspor Tumbuh Positif

KPK melimpahkan perkara tersebut ke Polda Metro Jaya. Alasannya, tidak ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan penyelenggara negara, dalam hal ini rektor UNJ. [HES]