Padahal Sudah Jadi Tahanan KPK

Taufik Kurniawan Masih Wakil Ketua DPR

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (rompi oranye). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (rompi oranye). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Indra enggan membeberkan lebih jauh isi pemeriksaannya. Dia ogah mengungkapkan hal-hal yang menyangkut materi secara substansi. “Itu ke penyidik. Saya rasa saya nggak boleh bicara ya, hanya teknis. Karena saya hanya selaku Sekretaris Jenderal tentunya kan saya memfasilitasi semua persidangan-persidangan di semua alat kelengkapan dewan,” tutup Indra.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan, dari pemeriksaan Sekjen DPR penyidik mendalami informasi tentang proses rapat-rapat di DPR. Termasuk, mekanisme rapat-rapat pembahasan anggaran di Banggar.

Baca Juga : Merapi Meletus, Penerbangan di Solo Dialihkan Wilayah Tak Terdampak

“Selain itu, tadi penyidik lakukan penyitaan beberapa dokumen terkait dengan risalah rapat dan pembahasan anggaran,” ungkapnya.

Sebelumnya, KPK juga telah memanggil Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Jazilul Fawaid pada Kamis (14/2). Selain Jazilul, anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Demokrat Djoko Udjianto juga turut diperiksa. Pemeriksaan itu disebut untuk menelusuri proses penganggaran DAK Fisik Kebumen.

Baca Juga : Telkomsel Gandeng Microsoft Bantu Daerah Terpencil Melek Internet

KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Komisi III DPR RI Kahar Muzakir. Taufik ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan DAK Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016. Taufik diduga menerima Rp 3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen Muhamad Yahya Fuad. Yahya mengaku bertemu dua kali dengan Taufik di Semarang dan Jakarta.

Dalam pertemuan itu, kata Yahya, ada kewajiban sebesar 5 persen yang harus diberikan, jika DAK sebesar Rp 100 miliar cair. Fee tersebut diberikan dua kali melalui orang suruhan Taufik.

Baca Juga : Penutupan Bandara Adi Soemarmo, Solo Diperpanjang Hingga Pukul 13.30 WIB

Yahya telah didakwa menerima suap sekitar Rp12 miliar terkait sejumlah proyek di Kabupaten Kebumen selama tahun 2016. Uang suap itu berasal dari para kontraktor yang akan mengerjakan berbagai proyek dari dana APBD 2016. [OKT]