Dijadikan Saksi Kasus Suap PLTU Riau-1

Novanto Bernostalgia Dengan Idrus Marham

Setya Novanto (kiri) dan Idrus Marham (kanan). (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Setya Novanto (kiri) dan Idrus Marham (kanan). (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Eks Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (19/2).

Dia bersaksi untuk terdakwa Idrus Marham. Ada yang lucu saat Novanto memberi kesaksian. Eks Ketua Umum Partai Golkar ini sempat “bernostalgia” dengan Idrus, yang merupakan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai beringin itu.

Baca Juga : Gempa M3,8 Getarkan Daruba, Maluku Utara

Ini terjadi ketika Novanto ditanya jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang pertemuannya dengan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo di ruang kerjanya, gedung DPR RI pada tahun 2016.

Novanto saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR. “Ya betul. Saat ini hadir juga ibu Eni (Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih).

Baca Juga : Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disetop Sementara

Saya sampaikan ke Eni bahwa pak Kotjo saya kenal sudah lama, pengusaha bidang batubara, coba saja ngobrol-ngobrol. Saya dengar mereka ngobrol-ngobrol sebentar. Setelah mulai enak saya tinggal,” kata Novanto.

Jaksa pun menanyakan, apa jabatan yang diemban Novanto di partai saat pertemuan itu terjadi. “Saudara saksi ini saat itu menjabat apa di partai?” tanya Jaksa. Ditanya begitu, Novanto tampak bingung. “Bendahara atau Ketum ya?” gumam Novanto.

Baca Juga : SGU-Deltomed Ciptakan Herbal Pencegah Diabetes serta Penyembuh HIV dan Kanker

“Bendahara?” tanya Jaksa lagi. Tiba-tiba Novanto berseloroh. “Sebentar, saya tanya sekjen saya dulu, hehehehe,” ujar Novanto merujuk ke Idrus.

Tak ayal, hadirin sidang, termasuk Idrus, tertawa. Novanto sendiri menyebut, saat pertemuan di ruang kerjanya itu, Kotjo belum bercerita‎ soal detail proyek seperti apa termasuk kerja sama dengan siapa.
 Selanjutnya