RMco.id  Rakyat Merdeka - Kemunculan poster “Raja Jokowi” di Jawa Tengah bikin PDIP kebakaran jenggot. Politisi Banteng curiga, itu kampanye hitam yang dipasang lawan untuk mendiskreditkan Jokowi dan PDIP. Namun, usut punya usut, poster itu ternyata dipasang sendiri oleh pendukung Jokowi.

Awal pekan lalu, sejumlah daerah di Jawa Tengah dihebohkan kemunculan poster atau alat peraga kampanye (APK) bergambar Jokowi. Gambar poster itu biasa saja sebenarnya. Berlatar merah. Memuat gambar Jokowi saat mengenakan baju adat lengkap dengan mahkota. Di atasnya tertera tulisan “Ayo Kita Bekerja Untuk Rakyat”, disertai gambar PDIP dengan nomor urut 3.

Karena foto Jokowi memakai mahkota itu, poster tersebut kemudian dikenal sebagai poster “Raja Jokowi”. Jumlahnya ribuan. Ada yang berbentuk spanduk. Ada juga yang ditempel di belakang kaca angkot. Merasa tak memasang, PDIP Jateng langsung memerintahkan kadernya mencopot poster tersebut.

Ketua DPP PDIP Andreas Pereira menyebut, poster tersebut sebagai poster siluman. Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto ikutan mencak-mencak. Kepada wartawan, dia meminta pemasang segera muncul dan mengaku.

Berita Terkait : Yusril: Putusan MA Soal Pilpres Tak Batalkan Kemenangan Jokowi-Maruf

Pemasang Poster “Raja Jokowi” Relawan KAMI

“Kami tunggu penanggung jawabnya datang ke DPD PDIP Jateng. Kalau dia datang, akan kami ajak diskusi kenapa dia pasang begini. Kami menunggu kekesatriannya. Dijamin tidak akan lecet,” kata Bambang, Rabu lalu.

Dari hasil “investigasi”, para pemasang poster itu mendapat arahan di Hotel Siliwangi, Semarang. Pemasang dibayar Rp10 ribu perposter. Selain itu, kata dia, ditemukan stiker ‘raja Jokowi’ di ratusan angkot di Jateng. Menurut pengakuan para sopir, mereka dibayar Rp100-150 ribu. Ia memperkirakan jumlah poster itu mencapai 80 ribu.

Kemunculan poster ini sampai bikin gaduh ke Jakarta. Pasalnya kubu Prabowo-Sandi yang jadi tertuduh. Anggota BPN Prabowo-Sandi bolak-balik menyangkal pemasangan poster tersebut. Bahkan Sandiaga Uno sempat berseloroh. Boro-boro pasang poster untuk lawan, APK untuk sendiri saja masih keteteran. Bawaslu dibawa-bawa untuk mengusut keberadaan poster itu. Namun, Bawaslu tak bisa bertindak. Bawaslu menilai, poster ini tak mengandung unsur kampanye hitam.

Baca Juga : MotoGP : Rossi-Marquez Apes, Quartararo Juara Seri Pembuka

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut menyindir. Menurut dia, tak ada yang perlu dipersoalkan terkait poster itu.”Kan Pak Jokowi suka pakai baju adat. Macam-macam baju adat yang dia pakai. Ya sudah, terima saja. Bagus kok, kelihatan berwibawa dia pakai itu,” kata Fahri, kemarin.

Karena Si Pemilik Poster tak kunjung muncul, PDIP terus melakukan “penyelidikan”. Usut punya usut, PDIP dan relawan Projo akhirnya menemukan lokasi gudang penyimpanan poster tersebut. Setelah diintrogerasi, ternyata pemasang poster adalah pendukung Jokowi dari relawan Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI). Relawan KAMI mengaku sebagai pendukung Jokowi dan mendukung Jokowi dua periode.

Adalah Ade Irmanus Sholeh yang jadi penanggung jawab pemasang poster Raja Jokowi itu. Ia adalah warga Desa Dukuhturi, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. Saat dimintai keterangan oleh Pengurus PDIP dan relawan Projo, dia mengaku sebagai pendukung Jokowi.

Kepada pengurus PDIP, Ade mengakui yang bertanggung jawab dengan peredaran poster tersebut. Sebelum mendapat tugas memasang poster raja Jokowi, lanjut Ade, semua koordinator kota dan kabupaten diundang oleh koordinator dari pusat di Jalan Siliwangi Semarang beberapa hari lalu.

Baca Juga : Biar Ngegas, Aturan Bisnis Logistik Jangan Dibikin Ruwet

Dalam pertemuan itu, anggota KAMI deklarasi dukung Jokowi. “Kalau tidak salah pertemuan itu sebelum tanggal 5 November 2018 di Jalan Siliwangi Semarang. Sehabis pertemuan itu, tidak lama logistik dikirim ke daerah,” kata Ade. Selain deklarasi kata Ade, pertemuan itu juga membahas rencana pemasangan baliho bergambar Jokowi.

Hanya saja dalam pemaparan materi, pengurus pusat tidak menjelaskan secara jelas spesifikasi gambar Jokowi yang akan dipasang.”KAMI semua koordinator kota dan kabupaten tidak dijelaskan secara gamblang dan jelas terkait spesifikasi gambar. Hingga akhirnya pengurus PDIP merasa keberatan dengan gambar Jokowi yang mengenakan mahkota dan logo partai,” papar Ade.
 
Ade mengaku, meski berstatus sebagai warga Bumiayu Brebes, namun dirinya merupakan koordinator wilayah Banyumas. Saat ini sudah banyak poster yang dipasang di wilayah Banyumas. Berapa bayarannya? Ade mengaku dibayar hingga puluhan juta rupiah untuk memasang poster tersebut. Total Ade mendapat honor sebesar Rp22,7 juta. Dia lalu memasang kedua poster Jokowi tersebut dibantu puluhan temannya.

Untuk pemasangan poster, diperintahkan sesuai jumlah desa di satu kabupaten/kota. Misalnya di Kabupaten Banyumas ada 331 desa, maka poster berjumlah 10 dikalikan 331 desa. Ade juga mengaku masih banyak poster yang belum sempat dipasangnya di sejumlah desa di Kabupaten Banyumas. Atas perintah PDIP, poster itu rencananya tidak akan dipasang lagi. [BCG]