RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi marah melihat kinerja menteri di kabinetnya. Orang nomor satu di Indonesia itu bahkan sampai mengeluarkan ancaman me-reshuffle menteri yang dianggap bekerja tak sesuai ekspektasi.

Dewan Penasihat Jenggala Center Iskandar Mandji menilai, kemarahan Presiden merupakan hal yang sangat wajar. Sebab masih banyak kementerian yang belum bekerja maksimal dalam situasi krisis akibat pandemi virus Covid-19. 

Berita Terkait : Para Menteri Jadi Omongan

“Kami menilai wajar jika Presiden marah karena banyak kementerian bekerja biasa-biasa saja, tanpa sense of crisis. Padahal Indonesia berada dalam situasi tidak normal,” kata Iskandar seperti dalam keterangannya, Rabu (1/7) malam. 

Kak Is, sapaan akrabnya, berpendapat apa yang disampaikan Presiden sangat serius. Ini terlihat dari raut wajah dan gestur tubuhnya pada saat berpidato. Termasuk ungkapan kocok ulang kabinet bukan sesuatu yang tidak mungkin. 

Baca Juga : Paslon Pilkada Serang, Nasrul-Eki Telat Kampanye

“Yang disampaikan Presiden terkait akan me-reshuffle menteri yang tidak maksimal adalah langka yang tepat. Mengingat persoalan bangsa hari ini dibutuhkan kerja serius. Jika mereka lambat dan bertindak tidak tepat, Indonesia bakal digilas krisis.” tegas tokoh senior Golkar itu. 

Kak Is menjelaskan, Presiden butuh pembantu dengan jam terbang tinggi untuk menyelesaikan persoalan saat ini. Terutama yang berkaitan dengan birokrasi. "Menyusun kabinet itu tidak hanya mencari orang pintar tapi juga yang punya pengalaman. Kemudian professional atau ahli di bidangnya. Terakhir adalah orang-orang yang memiliki leadership yang tinggi," beber eks Wakil Ketua MPR perwakilan daerah itu. 

Baca Juga : Airlangga : RUU Cipta Kerja Untungkan Rakyat

Akan tetapi, bagi Ka Is keputusan reshuffle mutlak kewenangan Presiden dan tidak ada yang boleh mengintervensi. "Itu biar jadi urusan Presiden, akan menetapkan siapa dalam pergantian struktur menteri. Kita nggak usah ikut campur termasuk partai politik agar bisa legowo dan tidak melakukan intervensi," imbuhnya.

Diketahui, Jenggala Center merupakan lembaga yang bergerak di bidang riset, demokrasi dan kesejahteraan sosial bentukan Jusuf Kalla. Jenggala juga merupakan Tim Sukses Pemenangan Jokowi pada pilpres 2019 lalu. [UMM]