RMco.id  Rakyat Merdeka - Proyek pengerjaan revitalisasi Pasar Banyuasri terus berjalan, meski sempat menghadapi persoalan dengan adanya pandemi Covid-19. Hal ini tentu berkaitan dengan teralihkannya beberapa pos anggaran yang telah direncanakan untuk penanganan pandemi tersebut.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menginginkan proyek revitalisasi ini  berjalan sesuai target awal yaitu selesai  Desember 2020.

Karena itu, Bupati yang kerap disapa PAS ini menginginkan agar dapat dicarikan jalan keluar mengenai pendanaan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri agar tetap bisa selesai sesuai target. 

Berita Terkait : Bamusi Bagikan Ribuan Paket Bansos Kemensos untuk Warga Terdampak Covid-19

“Terutama bersama dengan DPRD Kabupaten Buleleng dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Buleleng untuk mencari penyelesaian masalah tersebut. Ini dibutuhkan mengingat wajah kota sedikit terganggu dengan adanya pasar tumpah yang meluber sebagai konsekuensi proyek ini,” ujar PAS usai melakukan peninjauan di Pasar Banyuasri, Kabupaten Buleleng.

“Belum lagi macet. Saya sebagai kepala daerah ada pertimbangan-pertimbangan. Ada Covid-19 sampai dengan kemampuan keuangan kita yang terbatas. Sementara masih masang target  Desember 2020 selesai,” jelasnya.

Untuk ke depannya PAS akan berdiskusi secara intens dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng untuk merumuskan bagaimana nantinya langkah-langkah yang akan diambil. 

Baca Juga : Menteri Sri Mulyani Usul Pemda Disuntik Insentif

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, yang turut mendampingi Bupati PAS. Dia mengungkapkan, terkait dengan skema pendanaan, ranahnya memang ada di Sekda Buleleng dan TAPD. 

“Dinas PUTR fokus pada pembangunan fisik, tapi tidak menutup kemungkinan kami juga akan diundang untuk membahas skema yang akan digunakan, kami di PUTR siap saja, Apa yang terbaik untuk Buleleng, kami siap lakukan. Namun, kami memberi saran agar skema yang akan dilakukan dikoordinasikan dulu dengan pihak terkait agar akuntabilitas dan masalah hukum menjadi clear,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) PT Tunas Jaya Sanur, I Made Budi Admika menyebut realisasi pengerjaan sampai saat ini mencapai 54 persen. Besaran tersebut sudah melebihi target sebesar tiga persen. Selama belum ada skema yang dijalankan, pihaknya fokus pada penyelesaian dan pengerjaan sesuai kontrak sampai Desember 2020. 

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

“Kami masih menunggu skema apa yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Sambil menunggu kami tetap bekerja. Mudah-mudahan skemanya cepat diputuskan,” tutupnya. [MER]