RMco.id  Rakyat Merdeka - Tahun ini tak ada penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pemerintah menyetopnya. Kabar pemerintah tidak menerima pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diungkapkan Menteri Pendayagunaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo.

Tjahjo menjelaskan, alasan peniadaan CPNS 2020. Pertama, rangkaian seleksi CPNS 2019-2020 baru saja selesai. Kedua, para calon PNS yang telah terseleksi belum semuanya dilantik karena ujian wawancara  dan lain-lain ditunda akibat pandemi Covid-19. Ketiga, seleksi kompetensi bidang (SKB)  juga baru akan digelar Agustus hingga  Oktober mendatang. “Maka, alokasi CPNS  2020 dialihkan untuk 2021,” tegas Tjahjo.

RisoraEffendy merespons. Kata dia, jika dalam dua tahun ini tidak ada penerimaan  CPNS, sebaiknya ranking 1-3 dilulusin saja untuk kuota 2019-2021. Kata dia, jika SKB ditiadakan, anggarannya bisa dialihkan untuk  penanggulangan Covid-19. “Sekadar saran...  salam sehat,” ujarnya.

DaffahanifD mengatakan, dalam rangka  menghemat dan mengurangi APBN kebijakan ini adalah hal yang ampuh. Akan tetapi, negara ini butuh generasi muda untuk ikut andil dalam tatanan negara. “Menurutku lebih efektif mengurangi kuota sih daripada tidak membuka penerimaan CPNS selama 2 tahun,” ujarnya.

Baca Juga : DAMRI Siap Angkut Penumpang Dari Epicentrum Walk Kuningan Ke Bandung

“Harusnya AKMIL sama AKPOL juga berhenti nih rekruitmennya. Indonesia surplus perwira menengah, banyak banget sampai bingung mau ditaruh di mana. Akhirnya masuk jabatan sipil,” kata OktafaPrimana.

Hal senada diungkapkan Onengndeso. “Yang lebih perlu itu sebenarnya stop dulu penerimaan anggota POLRI. Terutama jalur perwira, daripada banyak yang rangkap jabatan di instansi yang harusnya diduduki  kalangan sipil,” tegasnya.

“Kebijakan SALAH ! Harusnya banyak pemecatan para oknum ASN yang bermain-main dan memanfaatkan kebijakan demi memperkaya diri sendiri. Banyak mecat, banyak terima  baru. Lama-lama mafia-mafia kecil di kelembagaan bisa bersih,” cetus PhongSemar.

Hadib1s4 menilai, kebijakan menyetop penerimaan CPNS akan menghancurkan harapan teman-temannya untuk menjadi PNS. “Hancur harapan temen-temanku yang pen- gen, kena faktor usia. Tapi selalu ada hikmah  buat yang berpikiran positif, siapa tau jadi pengusaha bisa lebih makmur dari pi en es,”  tuturnya.

Baca Juga : Manfaatkan AEoI untuk Deteksi Aset Koruptor

“Penerimaan CPNS bagian cara menggerakkan roda ekonomi, mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran dan saat ini  hanya negara yang mampu secara finansial,”  ujar Afiannorosi1.

Menurut ERasiyanto, menghentikan penerimaan CPNS selama dua tahun merupakan kebiijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil. Apalagi, saat ini PHK terjadi di mana-mana. “Makasih keputusannya pak. Saya jadi paham bahwa rezim sekarang ingin menyusahkan rakyat, bukan mensejahterakan rakyat...  Makasih banyak,” tegasnya. “Iya PNS gak  dibuka, Tenaga Kerja Asing yang dibuka besar-besaran,” tambah Hilmanfakhrul.

Mynameismals_ mengatakan, ditiadakannya  penerimaan CPNS tahun ini akan menambah  pengangguran. Para fresh graduate yang buru-buru menyelesaikan kuliah untuk daftar CPNS  akan berputar haluan. Persaingan di dunia kerja  industri akan semakin ketat. “Pengangguran bertambah banyak. Tapi,  kabar baiknya mungkin akan lahir UMKM  baru yang akan mendongkrak perekonomian  Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Epublic_id mengatakan, kebijakan penghentian penerimaan CPNS selama  dua tahun ke depan adalah kabar baik. Dia  bilang, jangan lagi orang Indonesia berkerja di  sektor publik yang tidak produce something of value.

Baca Juga : Cek Kesiapan Pilkada, Tito Maraton Keliling Kalimantan dan Sulawesi

“We need a smaller government anyway. Toh sekarang itu udah serba online. Harusnya  bisa di-optimize lagi PNS yg ada sekarang,”  ujarnya. [ASI]