RMco.id  Rakyat Merdeka - Jumlah kasus positif Covid-19 baik di dalam dan luar negeri belum mereda. Di dalam negeri, jumlah pasien positif harian pecahkan rekor baru. Masyarakat  diingatkan untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan.

Kasus baru harian pasien  positif Covid-19 di Indonesia  hingga pukul 12.00 WIB kemarin tercatat 1.853 orang. Jumlah itu rekor baru dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19  Achmad Yurianto mengingatkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk mengerem  penularan. “Disiplin menjalankan protokol kesehatan adalah mutlak. Agar kasus baru bisa kita tekan,” ungkap Yuri dalam keterangan resminya yang disiarkan langsung dari Media Center Gugus Tugas, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB), kemarin.

Berita Terkait : Terbang Perdana Ke Antartika, Para Penumpang Cek Corona Ketat

Penambahan 1.853 kasus positif baru merupakan hasil pemeriksaan spesimen berjumlah 22.183 orang. Dengan penambahan pasien itu, total  keseluruhan kasus positif saat ini berjumlah 68.079 orang. Jumlah pasien sembuh dilaporkan bertambah 800 sehingga totalnya menjadi 31.585. Sedangkan pasien meninggal bertambah 50 sehingga jumlahnya menjadi 3.359 orang.

Berdasarkan sebaran provinsi, Jawa Timur (Jatim) menempati posisi pertama dengan 366 kasus  baru dan 205 kasus sembuh. Disusul DKI Jakarta dengan  357 kasus baru dan 147 kasus sembuh, Jawa Tengah (Jateng) 205 kasus baru dan 70 kasus  sembuh, Sulawesi Selatan 166 kasus baru dan 15 sembuh serta Sumatera Utara 156 kasus baru dan 10 kasus sembuh.

Penambahan 1.853 kasus baru tak serta merta mendongkrak tingkat hunian rumah sakit. Sebab, sebagian besar kasus positif didominasi oleh orang  dengan gejala minimal, tidak  sakit, dan tidak ada indikasi harus dikarantina di rumah sakit. Total pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit saat ini  berjumlah 13.636 orang. “Kami minta isolasi mandiri  dengan ketat di rumah, agar tidak menulari masyarakat lain,”  kata Yuri.      

Berita Terkait : Penyidik KPK Meninggal, Sempat Positif Tapi Bukan Karena Corona

Tetap Waspada 

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta para calon perwira remaja (Capaja) Taruna dan Taruni TNI/Polri tetap waspada terhadap pandemi Covid-19. “Selama vaksin dan obatnya belum ditemukan, maka  kita tidak boleh lengah. Karena musuh yang kita hadapi saat ini adalah musuh yang tidak kasatmata, tidak mengenal batas negara dan menyerang siapa saja  tanpa pandang bulu,” kata Hadi saat memberikan pembekalan secara virtual di hadapan 750  Calon Perwira Remaja Akademi TNI dan Polri 2020 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, kemarin. 

Hadi menuturkan, angka kematian dunia akibat Covid-19  hampir dua kali lipat korban  jiwa akibat perang Vietnam. Berdasarkan data dari John  Hopkins University and Medicine, kematian akibat virus corona hingga 8 Juli 2020 sebanyak 543.481 kasus.  Sedangkan korban jiwa pada perang Vietnam diperkirakan lebih dari 280.000 orang.

Berita Terkait : Baru Kemarin Cetak Rekor Tertinggi Kedua, Sekarang Pecah Lagi

Tak hanya itu, lanjut Hadi, pandemi corona juga membuat perekonomian dunia terjun bebas. Jutaan orang menjadi pengangguran dan banyak perusahaan yang gulung tikar. [FAQ/QAR]