RMco.id  Rakyat Merdeka - Olahraga bersepeda ngetren lagi selama pandemi corona. Semua orang berlomba-lomba membeli sepeda agar bisa gowes dan kongkow bareng teman-temannya. Virus gowes ini juga menular ke mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan keluarganya. 

“Sabtu Minggu, saya sama istri sepedaan keliling komplek. Istri putar 10 kilometer (km), lalu stop. Saya lanjut sampe 20 km,” ujarnya saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin. 

Saleh memang gemar berolahraga. Sewaktu masih berkantor di Kementerian Perindustrian, dia rutin bermain futsal bersama wartawan. Saat futsal, dia selalu mengenakan jersey Barcelona atau Brasil yang di belakangnya tertulis Saleh dengan nomor pungung 9. 

Baca Juga : Kasus Covid Bertambah 21, Bupati Garut Tetapkan Status Darurat

Singkat cerita, corona datang. Olahraga yang sifatnya berjamaah itu tak lagi dia lakukan. Agar imunnya selalu siap melawan segala jenis virus, Saleh menyiasatinya dengan rutin jogging setiap hari dan main sepeda. 

“Sekarang saya masih rutin olahraga. Kalau gak keburu, ya sepeda statis di rumah. Kadang kalau weekend, ngajak istri buat nemenin. Orang komplek sudah tahu saya mantan menteri. Jadi menteri atau tidak, ya biasa aja. Gak ada yang berubah. Kan saya cuek. Nongkrong di warung ya hayo,” cetusnya. 

Semua kegiatan olahraga itu dilakukan Saleh agar tubuhnya tetap sehat, sehingga kerjaannya lancar. Usai pensiun dari menteri, kegiatan pria kelahiran Rote 56 tahun silam itu, malah lebih padat. Saat ini, dia menjabat sebagai Managing Direktor di Sinarmas. Kemudian Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) dan Koordinator Tim Ahli Wakil Presiden. 

Baca Juga : Pengamat: Tak Usah Maju Pilkada Kalau Uang Pas-pasan

Selama corana, dia juga masih aktif memberikan bantuan dari Sinarmas kepada masyarakat. Awalnya, dia takut turun ke lapangan karena virus corona. Namun, karena niat memberikan bantuan, dia tetap terjun ke lapangan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. “Protokol kesehatan kita jaga. Pakai masker, face shield, jaga jarak. Di kantong juga ada hand sanitizer, tisu basah, pokoknya lengkap deh. Alat perang komplit di kantong celana dan baju,” ujarnya. 

Bukan hanya di lapangan. Protokol kesehatan juga dibuat sang istri secara ketat untuk melindungi anggota keluarga di rumah. Seperti, wajib mandi setelah keluar rumah. Aturan sederhana ini yang membuat dirinya selalu berpenampilan casual. Bahkan saat ke kantor sekalipun. 

Dalam waktu dekat, Saleh mengungkapkan akan membuat simposium secara virtual dengan seluruh WMA UI, rektor maupun jajarannya, beserta para dekan. Saking seriusnya jadi WMA UI, Saleh harus menanggalkan atribut partai politiknya. Padahal, namanya di partai, terbilang sudah diperhitungkan. Jabatan yang pernah dipegangnya adalah Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura. 

Baca Juga : Negara Lagi Bokek, Tunda Relaksasi Pajak Otomotif

“Sudah lama gak di Hanura, kira-kira sejak 2018 akhir. Karena salah satu syarat menjadi anggota MWA UI kan gak boleh berpartai,” pungkasnya. [MEN]