RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Bandung jadi klaster baru penyebaran virus corona. 1.280 orang yang terdiri dari siswa, pelatih, staf hingga keluarga anggota, dinyatakan positif corona. Kasus ini menjadi tantangan bagi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa untuk segera diselesaikan. Andika, tunjukin keperkasaanmu. 

Awalnya, kasus ini diumumkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pada Kamis (9/7) lalu. Saat itu, Yuri menyebut, ada 1.262 orang terkonfirmasi positif terinfeksi. “Ini didapatkan dari klaster pusat pendidikan sekolah calon perwira TNI AD. Kita dapatkan keseluruhan kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang,” kata Yuri. 

Yuri merinci, kasus Covid-19 yang terjadi di Secapa AD terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih. “Dari 1.262 kasus positif, hanya 17 orang yang saat ini kita rawat dan dilakukan isolasi di Rumah Sakit Dustira di Cimahi,” tegasnya.

Mengetahui anak buahnya banyak kena corona, Jenderal Andika kemarin langsung bertolak ke Bandung. Sebelum menggelar jumpa pers, Andika terlebih dahulu mengecek para anak buahnya yang dinyatakan positif corona. 

Berita Terkait : Andika Tidak Omdo

Dari laporan yang diterimanya, ternyata jumlah yang positif bertambah 18 orang menjadi 1.280 kasus. Kata dia, awalnya kasus ini terungkap dari 2 Minggu lalu saat 2 siswa berobat ke Rumah Sakit Dustira. Ini merupakan rumah sakit terbesar milik TNI AD yang ada di Jawa Barat, tepatnya di Kota Cimahi. “Satu (prajurit) keluhan karena bisul, demam, karena ada infeksi. Satu lagi, masalah tulang belakang, selanjutnya mereka diswab dan positif,” jelas Andika dalam konferensi pers di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, kemarin. 

Namun, setelah pemeriksaan berjalan, ditemukan dua siswa tersebut positif Covid-19. Komandan Secapa AD saat itu langsung menghubungi Andika. “Saya perintahkan untuk siapa pun yang berinteraksi dengan dua siswa itu agar dilakukan rapid test. Saya kirim rapid test ke lokasi untuk dimanfaatkan semua pihak yang ada di Secapa,” ungkap menantu Jenderal (Purn) AM Hendropriyono itu. 

Usai dilakukan rapid test, ternyata ada 187 anggota yang reaktif. Lalu dilakukan swab test. Andika menjelaskan, total anggota, staf termasuk anggota keluarga staf di Secapa AD yang positif Corona mencapai 1.280 orang. “Rinciannya, sebanyak 991 adalah perwira siswa, sisanya 289 adalah staf atau anggota Perwira Angkatan Darat beserta keluarganya,” ungkapnya. 

Apa langkah selanjutnya? Andika menegaskan, kegiatan pendidikan di Secapa AD tetap berjalan meski ditetapkan sebagai klaster Covid-19 di Jawa Barat. Tetapi, ada pengawasan khusus yang dilakukan kepada para calon perwira. “Kegiatan mereka masih berlanjut sesuai kurikulum, kebetulan semua jadwal yang bersifat akademis atau latihan keluar sudah selesai. Ini minggu terakhir sebelum pendidikannya ditutup,” tegasnya. 

Berita Terkait : Andika Main Keras

Mereka yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi dengan pengawasan. Kemudian asupan makanan, olahraga hingga jam istirahat diatur lebih ketat. Hal ini untuk memastikan mereka kembali negatif corona. Terlebih, mayoritas dari mereka masuk ke dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). “Sebenarnya, hampir semua tidak merasakan apapun. Positif itu adalah diagnosa, tapi secara realita mereka tidak merasakan apa-apa, tapi tetap kita batasi supaya kegiatan mereka tidak berhubungan langsung dengan mereka yang negatif,” jelasnya. 

Terpisah, pengamat militer Susaningtyas Kertopati mengaku di era 4.0 tidak begitu berlaku dalam pendidikan TNI/Polri karena ada mata pelajaran yang menuntut tatap muka. Apalagi sudah ada aturan resmi di TNI terkait Covid-19. 

Untuk itu, Nuning bilang pimpinan TNI AD harus menyelidiki embrio sehingga bisa didapati dari mana ribuan siswa prajurit terinfeksi pandemi. Hal yang penting diatensi adalah kedisiplinan dan kepatuhan pimpinan dan siswa Secapa dalam melaksanakan protokol kesehatan, sudah benar atau belum. “Evaluasi pimpinan Secapa adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Sejak awal 2020 atau ketika Covid-19 mulai mewabah, pemerintah telah memberikan instruksi agar setiap lembaga negara dan instansi pemerintah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Termasuk kepada TNI dan jajarannya. Prosedur tersebut telah disiapkan sebagaimana pengalaman sebelumnya saat menghadapi SARS tahun 2003 dan MERS tahun 2012. 

Baca Juga : BTN Pede Penyaluran Kredit Tembus Rp 15,38 Triliun

Demikian halnya menghadapi Covid-19, lanjut Nuning, satuan-satuan TNI telah disiagakan untuk prosedur pencegahan kepada prajurit TNI dan PNS beserta keluarga. “Upaya reguler selama ini adalah pemeriksaan kesehatan berkala untuk Perwira dan PNS sederajat sebanyak 2 kali per tahun dan juga Bintara, Tamtama serta PNS sederajat 1 kali per tahun,” tuturnya. [UMM]