RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjalin kerja sama dengan 23 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila di kampus.

Penandatanganan MoU digelar di sela-sela Diskusi Kelompok Terpumpun bertema “Pembumian Pancasila di lingkungan Kampus” di Hotel Le Dian, Banten, Senin (13/7).

Berita Terkait : Kembangkan Sport Science, Menpora Gandeng Perguruan Tinggi

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Fauzul Iman, menjelaskan, MoU berisi pengembangan wawasan kebangsaan, pengarusutamaan, pembekalan, dan pembudayaan Pancasila. Lalu aktualisasi dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan PTKIN dan melakukan sosialisasi dalam rangka pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus. 

“Bisa melaksanakan MoU antara BPIP dengan para Rektor dari Jawa dan Luar Jawa, adalah suatu kebanggaan. Sebagai tuan rumah, kami mengucapkan terimakasih kepada Kepala BPIP serta jajaran yang telah memberikan kepercayaan,” ungkapnya. 

Berita Terkait : Basarah: Pancasila dan Bismillah Konstruksi Alam Pikir dan Spiritualitas Puan

Lebih lanjut, Fauzul menginformasikan, tidak semua peserta yang diundang bisa hadir secara langsung karena pandemi corona. Namun tidak melunturkan semangat dalam MoU. 

“Pancasila dikembangkan secara edukasional, lembaga kampus sebagai lembaga sainstifications, mengembangkan habituasi-habituasi yang memelihara persatuan kesatuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” beber Fauzul. 

Baca Juga : Melalui FGD, Fadel Gali Pandangan Akademisi dan Birokrat Soal Haluan Negara

Dalam sambutannya, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi menilai, kehadiran para Rektor sebagai bukti BPIP menerima masukan dan aspirasi dalam pengarusutamaan Pancasila. PTKIN memiliki peran strategis dalam melakukan moderasi beragama yang merupakan salah satu agenda dari Kementerian Agama.

“Setelah MoU, ini perlu ada PKS (perjanjian kerja sama), yang bisa segera ditindaklanjuti. Monggo, BPIP bisa bersama sama dengan kampus masing-masing mensosialisasikan Pancasila di kalangan mahasiswa,” ucap pemilik Pesantren Nawesea, Sleman, Yogyakarta ini. [GO]