RMco.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Ta'lif Wan Nasyr/Lembaga Penerbitan, Publikasi, dan Informasi PBNU menyelenggarakan Talkshow Virtual dengan tema besar "Kerukunan Beragama", Senin (13/7). Talkshow dengan peserta lebih dari 100 orang ini menghadirkan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdussalam Sokhib dan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Antonius Benny Susetyo.

Dalam penjelasannya, Gus Salam, Abdussalam Sokhib, menyatakan bahwa cara cerdas dalam merajut keberagaman adalah dengan memanusiakan setiap orang. "Cara cerdas pada era Gus Dur dulu dalam merajut keberagaman adalah memperlakukan setiap orang sebagai manusia. Maka kemanusiaan sangatlah penting," ungkapnya.

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Gus Salam menambahkan, masyarakat berperan penting dalam kerukunan ini. Salah satunya adalah dengan adanya dialog. "Pendekatan dialog penting dan tentunya setiap masyarakat berperan penting dalam menciptakan kerukunan," jelasnya.

Gus Salam berharap, setiap masyarakat harus menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pendiri bangsa. Baik itu dengan adanya dialog atau diskusi. "Tumbuh dari kesadaran dan nurani. Memperbanyak dialog pertemuan dan diskusi sehingga ada kesadaran bersama, negara dulu dibela bersama sama dan sekarang harus dijaga bersama sama," tutupnya. 

Baca Juga : RUU Cipta Kerja Semoga Tidak Ciptakan Petaka

Hal senada juga disampaikan Antonius Benny Susetyo. Dalam penjelasannya, pria yang akrab disapa Romo Benny Susetyo ini menerangkan, pendekatan secara dialog dalam menjaga kerukunan ini sangat penting dilakukan.

"Kerukunan harusnya dimulai dengan bagaimana tokoh agama mulai bersilaturahmi dan saling mengenal. Pendekatan dialog atau pendekatan personal yang akhirnya akan tumbuh kesedaran dan kerja sama lintas agama," jelas Benny.

Baca Juga : Hakekat Pamong Dan Prajurit

Benny menambahkan, ke depannya pendekatan dialog harus lebih masif dilakukan karena ini dampaknya besar. "Ke depannya, pendekatan dialog ini harus masif dilakukan," tutup Benny. [USU]