RMco.id  Rakyat Merdeka - Kadiv Humas Mabes Polri, Argo Yuwono membantah kabar yang menyebut Djoko Tjandra bekerja sebagai Konsultan Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) Bareskrim Polri.

"Nggak benar itu," kata Argo, saat dikontak RMco.id via pesan WhatsApp, Jumat (17/7) pagi.

Berita Terkait : Serahkan Bahan Soal Djoko Tjandra Cs, MAKI Minta KPK Lakukan Ini...

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane mengungkap pekerjaan buronan kelas kakap Djoko Tjandra.

Neta menyebut Djoko berstatus sebagai Konsultan Bareskrim Polri.

Berita Terkait : Gelar Perkara Dengan Polri, KPK Ingin Kasus Djoko Tjandra Jadi Satu Kesatuan

"Pantas saja, dia mendapat keistimewaan luar biasa dan "karpet merah" oleh institusi Polri yang seharusnya menangkapnya," kata Neta dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7).

Menurutnya, hal itu terungkap dari Surat Keterangan Pemeriksaan Covid-19 Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri No: Sket Covid - 19/1561/VI/2020/Setkes tgl 19 Juni 2020, yang ditandatangani Dr Hambektanuhita dari Pusdokkes.

Berita Terkait : Penyidik Bareskrim Polri Penuhi Undangan KPK Gelar Perkara Djoko Tjandra

"Sangat ironis, seorang buronan yang paling dicari bangsa Indonesia, bukannya ditangkap Bareskrim Polri tapi malah dijadikan konsultan. Berdasarkan informasi yang diperoleh IPW, saat ini Djoko Tjandra sudah berada di apartemennya di lantai 106 Apartement Exchange Kuala Lumpur, Malaysia.[SAR]