RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan, Hilman Lubis dalam kasus suap dan gratifikasi pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menyeret bekas sekretaris lembaga peradilan itu, Nurhadi.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka NHD (Nurhadi)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Jumat (17/7).

Berita Terkait : Besok, Dewas Bacakan Putusan Sidang Etik `Helikopter Mewah` Ketua KPK Firli Bahuri

Ini merupakan kali ketiga Hilman digarap penyidik komisi antirasuah. Sebelumnya, dia dimintai keterangan pada Kamis, 12 Desember 2019 dan Rabu, 12 Februari 2020.

Dalam dua panggilan sebelumnya, Hilman diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Hiendra Soenjoto, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT).

Berita Terkait : KPK Dua Kali Keok Di Pengadilan Pekanbaru

Selain Hilman, hari ini penyidik KPK juga memanggil dua pihak swasta bernama Amir Widjaja dan Andri Ismail Putra Nasution. Sama seperti Hilman, Amir dan Andri diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Nurhadi.

Amir sudah dipanggil pada 17 Desember 2019. Namun, dia tak memenuhi panggilan. Sementara Andri juga pernah dipanggil pada Rabu 24 Juni lalu. Sama seperti Amir, dia mangkir.
 Selanjutnya