RMco.id  Rakyat Merdeka - Selain kepada para pegawai dan pimpinan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melakukan tes swab RT-PCR (Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction) kepada para tahanan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, ada 50 tahanan yang menjalani tes swab hari ini, Jumat (17/7). "Ini sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di KPK secara berkelanjutan," ujar Ali lewat pesan singkat, Jumat (17/7).

Sebanyak 50 tahanan KPK yang melakukan uji ini berasal dari tiga rumah tahanan, yakni Rutan Gedung Merah Putih KPK, Rutan C1 KPK, dan Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Komisi antirasuah menggandeng Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Kemenkes untuk melakukan tes tersebut. "BBTKLPP Kemenkes juga yang melakukan tes swab kepada seluruh pegawai KPK," tuturnya.

Berita Terkait : Sudah Gelar Perkara, KPK Akan Segera Terbitkan Sprindik TPPU Nurhadi

Sebelum para tahanan, para pegawai dan pimpinan KPK sudah lebih dulu menjalankan tes swab tahap pertama pada Rabu (15/7) dan Kamis (16/7) kemarin.

Tes swab selama dua hari tersebut diikuti 480 pegawai yang terdiri dari pegawai tetap, pegawai tidak tetap, dan pegawai outsourching.

Sementara dari lima pimpinan, dua pimpinan yakni Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Nurul Ghufron, mengikuti tes swab tahap pertama itu. Hasil tes swab ini akan keluar 3 atau 4 hari setelah test.

Tes swab RT-PCR tahap dua akan dilanjutkan pada hari Senin (20/7) dan Kamis (23/7) pekan depan. Tes swab ini dilakukan setelah 7 pegawai komisi pimpinan Firli Bahuri cs itu terinfeksi Covid-19 pada rentang Mei-Juli 2020.

Berita Terkait : Gelar Perkara Dengan Polri, KPK Ingin Kasus Djoko Tjandra Jadi Satu Kesatuan

Dari jumlah itu, 5 di antaranya sudah sembuh dalam rentang waktu Mei-Juni 2020. Satu pegawai, masih dirawat di rumah sakit, menunggu hasil tes lanjutan untuk dinyatakan sehat. Sementara satu pegawai lagi, menjalani proses isolasi mandiri dengan pantauan pihak rumah sakit dan puskesmas.

Selain menggelar tes swab, sebagai langkah antisipasi, KPK terus meningkatkan upaya-upaya lain untuk mitigasi risiko. Di antaranya, dengan pengaturan ulang terkait kapasitas lift. Untuk sementara waktu, tangga darurat dapat dipergunakan untuk mengurangi kepadatan antrian lift.

Langkah lainnya, membuat saluran komunikasi siaga (hotline) yang dikelola Poliklinik KPK untuk layanan informasi darurat terkait perkembangan situasi pencegahan Covid-19 di lingkungan KPK. Kemudian, penyemprotan disinfektan secara berkala di seluruh ruangan Gedung Merah Putih dan ACLC.

Di samping itu, Biro Umum KPK juga mengingatkan kembali kepada seluruh pegawai KPK untuk memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menjaga jarak aman sekitar 1,5 sampai 2 meter antar orang dimanapun pegawai berada.

Berita Terkait : KPK Tak Akan Tunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah

Kemudian, melakukan pengaturan tempat duduk pada area kerja, ruang rapat, kantin, dan lain-lainnya. Para pegawai juga diimbau untuk selalu menggunakan masker selama bekerja di kantor atau beraktivitas di luar. Menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lain-lainnya.

Selain itu, mereka diminta memperhatikan seluruh protokol kesehatan dan pembatasan mandiri. Terakhir, apabila mengalami gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan atau semua gejala tersebut, pegawai diminta memeriksakan diri ke faskes terdekat. [OKT]