RMco.id  Rakyat Merdeka - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Dr. Nairobi optimis Provinsi Lampung dapat menjaga ketahanan pangan di daerah. Sehingga, berkontribusi mendongkrak ekonomi nasional.

Hal ini didasari oleh keuletan pemerintah daerah dan warga Lampung itu sendiri. “Para pimpinan adat maupun tokoh agama sepakat bahwa Covid-19 ini berbahaya, tetapi tidak perlu ditakuti. Aktivitas terus berjalan,” ujar Nairobi di acara Ngopi Pagi bersama Rakyat Merdeka, bertajuk "Potret Ketahanan Ekonomi Daerah Hadapi Covid-19", yang ditayangkan secara streaming di seluruh kanal media sosial Rakyat Merdeka, Jumat (17/7).

Nairobi menyatakan, perekonomian di Lampung, terutama di sektor pangan berjalan baik. Menurutnya, hal ini terjadi, lantaran sosok Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, yang dinilainya sangat paham dengan seluk-beluk pertanian.

Baca Juga : Tidak Ada Pasukan Khusus BIN Seperti Yang Diributkan

“Yang luar biasa Gubernurnya. Beliau adalah orang pertanian dan paham pangan. Bergerak terus, agar ketahanan pangan berjalan baik,” katanya.

Nah, gerak cepat Pemprov ini selaras dengan para pengusaha pangan, yang terus bekerja dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Pun ketika ada masalah krisis bibit, dapat segera diselesaikan dan pertanian terus berproduksi.

Yang tidak kalah penting, kata Nairobi, adalah kondisi psikologis para petani di desa,  yang tidak terlalu takut Covid-19.

Baca Juga : Gen Politik Kaum Quraisy (1)

Namun, petani di desa perlu dibantu pemerintah. Misalnya, dengan cara memenuhi komoditi pertanian dengan sistim barter dan daring.

“Di proses barter ini, pemerintah sebagai banknya. Ini cara agar uang yang beredar tidak perlu ditambah,” saran Nairobi.

Optimisme di Lampung ini, sebaiknya juga dibantu pemerintah pusat. Misalnya, dengan memberikan subsidi untuk menciptakan lapangan kerja produktif, bagi warga Lampung yang menganggur.

Baca Juga : Komisi VIII Setujui Anggaran Kemensos 2021 Rp 92,8 Triliun

“Jadi Covid ini terasa, tapi belum terasa sekali. Secara umum, kondisi sektor perkebunan Lampung tetap berjalan baik. Sektor ekonomi yang terhantam keras adalah bidang pariwisata, kesenian, dan perhotelan," jelas Nairobi. [BSH]