RMco.id  Rakyat Merdeka - Brigjen Prasetijo Utomo ternyata tak hanya menerbitkan surat jalan dan surat bebas Covid-19 bagi buronan kasus cessie (hak tagih) Bank Bali Djoko Tjandra.

Usut punya usut, mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Polri itu juga ikut terbang bersama Djoko ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Hal ini diungkapkan Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.

"Dalam catatan saya, Prasetijo juga pernah ngawal pakai private jet. Djoko Tjandra begitu diistimewakan, agar lancar keluar masuk Indonesia," ujar Boyamin dalam diskusi virtual bertajuk 'Ironi Djoko Tjandra dan Tim Pemburu Koruptor', Sabtu (18/7).

Baca Juga : KPK Masih Bisa Ambil Alih Kasus Jaksa Pinangki

"Untuk mengamankan jalan Jakarta-Pontianak dia pakai surat jalan yang diterbitkan Prasetijo Utomo," imbuhnya.

Boyamin mengatakan, Djoko Tjandra masuk ke Indonesia dari Malaysia, melalui jalan tikus Pontianak atau Entikong. Setelah sampai di Pontianak, Djoko Tjandra menggunakan pesawat komersil atau jet pribadi menuju Jakarta.

Kata Boyamin, kasus ini bukan pertama kali. "Beberapa kali. Pernah pakai private jet, Lion Air, dan pesawat komersil. Ini berulang," ungkap Boyamin.

Menurutnya, Djoko tak pernah lama di Indonesia. Hanya sekitar dua hingga tiga hari. Ketika Covid-19 merebak, Djoko pun memanfaatkannya. Mengingat mayoritas orang mengenakan masker, sebagai protokol kesehatan di tengah pandemi.

Baca Juga : Soal Tudingan Rasis, Neymar Dibela Pemerintah Brasil

"Kebetulan, saat ini Covid-19. Jadi, Djoko pakai masker. Pakai topi juga," ucap Boyamin.

Dikonfirmasi soal ini, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono membenarkan, Prasetijo berangkat ke Pontianak bersama Djoko Tjandra. "Iya, bersama (ke Pontianak)," ujar Awi, Sabtu (18/7).

Awi menegaskan, Prasetijo berangkat tanpa restu pimpinan: Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

"Dia buat surat sendiri, tanda tangan sendiri. Dia berangkat, berangkat sendiri," imbuhnya.

Baca Juga : Menag Minta Panitia Pengajian Ikut Jaga Keamanan Ulama

Karena itu, Awi memastikan, tidak ada keterlibatan pimpinan korps baju cokelat dalam perkara ini. "Jadi, dia (Prasetijo) sendiri yang harus bertanggung jawab," tegas Awi.
 Selanjutnya