RMco.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 tak membuat program beasiswa Erasmus+ terhenti. Para pelajar penerima beasiswa tersebut dipastikan bisa masuk ke Eropa untuk melanjutkan pendidikannya.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket mengatakan, para pelajar penerima beasiswa Erasmus Plus tetap bisa masuk negara tujuan. Meski ada pembatasan masuk warga negara asing akibat pandemi Covid-19.

Sebab, negara-negara Eropa tidak menutup akses untuk pelajar dari luar. "Pelajar diizinkan untuk masuk ke Eropa, dengan visa tentunya," kata Piket saat pelepasan penerima beasiswa Erasmus+ secara virtual, Sabtu, (18/7).

Berita Terkait : Dengarlah Tuan, Rakyat Ingin Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Piket menambahkan situasi pandemi di Eropa sudah membaik. Perjalanan ke seluruh negara eropa juga sudah relatif aman. Namun, dia mengingatkan agar para pelajar selalu mengikuti protokol kesehatan yang berlaku di negara tujuan.

Dia menambahkan, ada beberapa perubahan pola pembelajaran di masa pandemi. Para peraih beasiswa bisa menghubungi kampus masing-masing atau melalui konsorsium untuk mengetahui perubahan-perubahan dalam perkuliahan.

"Pada September nanti kalian bisa langsung merasakan dan beradaptasi dengan situasi di sana," ucapnya.

Berita Terkait : Kami Langsung Nembak

Terkait pandemi Covid-19, salah satu penerima beasiswa Verlita menjelaskan, kebijakan perkuliahan dikembalikan pada konsorsium masing-masing. Tiap progam bisa berbeda kebijakannya.

Untuk program yang ditempuhnya, kata Verlita, masih menuggu kepastian dari konsorsium. Yang rencana studinya akan diundur hingga maksimal satu tahun.

“Karena keterbatasan kebijakan travel dan menyesuaikan dengan situasi pandemi,” ujarnya.

Baca Juga : Khawatir Jadi Klaster Baru, Ganjar Minta KPU-Bawaslu Pertimbangkan Usulan Tunda Pilkada

Falisa Asriwhardani, penerima beasiswa lainnya menambahkan, perkuliahan tetap sesuai jadwal. Tapi memang ada beberapa perubahan.

Metode pembelajaran menggunakan hybrid. Yakni secara virtual dan tatap muka.

"Ada lima program S2 yang dipostponed (ditunda) untuk dua semester. Ada empat program yang di-postponed satu semester,” terang Fialisa. [PYB]