RMco.id  Rakyat Merdeka - Indonesia berduka. Hari ini, sastrawan senior Sapardi Djoko Damono berpulang. Duka dan kehilangan dirasakan semua kalangan. Termasuk budayawan Muhammad Ainun Nadjib alias Cak Nun.

Sapardi, sebut Cak Nun, adalah orang murni berhati suci. "Djokodam adalah guratan warna dan cahaya yang bersih dan indah," tulis Cak Nun melalui akun Twitter website resmi Cak Nun dan Jamaah Maiyah @caknundotcom, Minggu (19 /7).

Berita Terkait : Setelah Shalat Ashar, Sapardi Djoko Damono Dimakamkan di Bogor

Cak Nun menyatakan, selama 50 tahun eksistensinya di dunia sastra, penulis puisi “Aku Ingin” ini, banyak memberikan inispirasi baginya. 

Sastrawan sekaligus agamawan yang acara pengajian Maiyah-nya tersebar di puluhan titik di Nusantara ini bahkan menyempatkan waktu mengantarkan penulis “Puisi Hujan di Bulan Juni” ini ke peristirahatan keabadiannya.

Baca Juga : Pengamat Sepakbola Nasional: Kehadiran Pemain Naturalisasi Bisa Memotivasi Pemain Lokal

"Bersama anak cucu saya Jamaah Maiyah Nusantara, saya turut mengantarkan kepulangan orang murni berhati suci Sapardi Djoko Damono," ungkap Cak Nun.

Penyair Sapardi Djoko Damono wafat hari ini, Minggu (19/7), di RS Eka Hospital, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. Almarhum dimakamkan sore ini di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Bogor, Jawa Barat. Sebelum dimakamkan, jenazah akan disemayamkan di Kompleks Dosen UI Ciputat Jl. Ir . H. Juanda no. 113, Tangerang Selatan. [FAQ]