RMco.id  Rakyat Merdeka - Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto kini sedang menggalakkan program urban farming di daerahnya. Ia berharap, kemandirian di sektor pangan ini diharapkan mampu memenuhi permintaan sayur-mayur, yang diklaim meningkat hingga 300 persen.

“Permintaan sayur-mayur selama pandemi meningkat 300 persen! Semua ingin hidup sehat dan makanan sehat. Ayo menanam, manfaatkan pekarangan rumah. Bayam, kangkung, daun kelor dan lainnya. Untuk kesehatan, juga untuk menambah pendapatan,” ujar Bima melalui jejaring Instagram miliknya, @bimaaryasugiarto, Minggu (19/7).

Berita Terkait : Bima Arya Mantap Tak Pilih PSBB

Bima menjelaskan, urban farming merupakan salah satu program prioritas Pemerintahan Kota Bogor di masa pandemi Covid-19. Setidaknya, sudah ada 107 kelompok wanita tani (KWT) di Kota Bogor yang sudah menjalankan program berbasis pertanian ini.

Nantinya, kata Bima, seluruh kelurahan di Kota Bogor akan didorong untuk menghidupkan KWT, dengan dasar surat keputusan (SK) yang diterbitkan kelurahan.

Baca Juga : KPK Bantu Kemensetneg Tertibkan Aset Senilai Rp 571,5 Triliun

“Melalui Dinas Pertanian, Pemkot bantu untuk penyediaan aneka bibit sayuran, media tanam untuk hidroponik dan aquaponik, bibit rempah rempah, pupuk organik, dan lainnya,” ungkapnya.

Di postingan itu, Bima juga berbagi foto hasil panen sayuran segar. “Ini foto pagi tadi, jalan sehat dan kunjungan ke @asabi_agricon,” katanya.

Baca Juga : Innalillahi, Sekda DKI Meninggal Dunia Karena Covid

Postingan itu pun disambut baik netizen. Baru satu jam diposting, orang nomor satu di Kota Bogor itu langsung mendapatkan lebih dari 2.300 likes dari netizen. [BSH]