Sebelumnya 
Bagaimana sikap BPK? Saat dikonfirmasi mengenai ini, para petinggi BPK saling lempar. Anggota BPK Achsanul Qosasi beralasan tengah menjalani acara lain. "Saya masih video conference," ucapnya saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Ketika ditanya apakah BPK akan segera mengumumkan ke publik terkait maksud dari rekening pribadi, Achsanul menjawab Kemenhan bukan di bawah pemeriksaannya. "Kemenhan bukan di bawah pemeriksaan saya. Sehingga nggak enak kalau saya ikut komentar," ujarnya. 

Berita Terkait : Kemenkumham Pede Bisa Setor Rp 4,4 T Ke Negara

Hal senada juga diutarakan anggota BPK Pius Listrulinang. Politisi Gerindra itu beralasan, temuan BPK ini merupakan ranah Ketua BPK. "Itu ranah Auditorat Keuangan Negara (AKN) 1 bukan saya," akunya. 

Ketua BPK Agung Firman Sampurna juga belum mau bicara panjang. "Besok pagi (pagi ini, red) deh. Biar jangan misleading, saya harus tanya AKN yang bersangkutan. Saya informasikan pagi-pagi sekali," ujarnya, melalui pesan Whatsapp, tadi malam.

Berita Terkait : Prabowo Disaranin Mending Berhemat

Di sisi lain, pengamat militer Institute for Scurity and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai, sejatinya di dunia militer memang ada kebutuhan yang sifatnya segera dan taktis. Seperti kegiatan operasional intelijen. Menurutnya, jika kegiatan operasi intelijen mengacu pada aturan pengelolaan dana, rentan terjadi kebocoran. 

Lebih baik, tambahnya, Kemenhan dan Kemenkeu berkoordinasi lebih intens untuk mencari solusi dari permasalahan ini. "Seperti intelijen yang sedang melakukan pemantauan di warung kopi. Kan tidak mungkin hanya sebatas ngopi kemudian jadi masalah. Nah, supaya tidak terjadi polemik, saya kira Kemenhan dan Kemenkeu perlu berdiskusi untuk menjembatani hal semacam ini," ungkapnya. [UMM]