RMco.id  Rakyat Merdeka - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Komisaris PT Konutara Sejati, Hadi Rahardja. Dia digarap dalam kasus korupsi pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi dan eksploitasi serta izin usaha pertambangan operasi produksi dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara tahun 2007-2014.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka ASW (Aswad Sulaiman, eks Bupati Konawe Utara)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Senin (20/7).

Baca Juga : Ekspor Lobster Tersendat, PBNLI: Negara Berpotensi Kehilangan Devisa Rp 36 M

Selain Hadi, dalam penyidikan kasus ini, penyidik KPK juga memeriksa mantan Asisten Geologi PT Kemakmuran Pertiwi Tambang, Gunawan. Aswad berstatus tersangka sejak 2017.

KPK menduga Aswad melakukan praktek rasuah menyangkut izin eksplorasi, izin usaha pertambangan, dan izin operasi produksi. Atas perbuatannya, negara rugi Rp 2,7 triliun.

Baca Juga : Diguyur Hujan 3 Jam, Sejumlah Ruas Jalan di Ibu Kota Tergenang Air

Besarnya kerugian ini berasal dari penjualan produksi nikel melalui proses perizinan melawan hukum karena Aswad disinyalir mencabut secara sepihak kuasa pertambangan yang mayoritas dimiliki PT Antam.

Selain itu, Aswad juga diduga menerima pengajuan permohonan izin eksplorasi dari delapan perusahaan hingga kemudian diterbitkanlah 30 surat keputusan kuasa permohonan eksplorasi. [OKT]