RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa enam saksi dalam kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran PT Dirgantara Indonesia (DI).

Keenam saksi itu, yakni Rini Pasaribu, Mochtar Sharief, Dedi Hardiman, Dinah Andriani, Indri Devianti dan Sumarsono, diperiksa di Kantor PT DI.

Berita Terkait : KPK Prihatin, MA Kerap Sunat Hukuman Koruptor Yang Ajukan PK

"Bertempat di Gedung Pusat Management Lantai, 1 PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Tim Penyidik melakukan pemeriksaan saksi-saksi," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Selasa (21/7).

Keenamnya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Direktur Utama PT DI, Budi Santoso. "Penyidik mengkonfirmasi keterangan para saksi, terkait dugaan adanya pengeluaran sejumlah uang yang tidak jelas peruntukannya atau fiktif oleh PT DI kepada para mitra penjualan," ungkap Ali.

Berita Terkait : Penyidik KPK Konfirmasi Menantu Eks Sekretaris MA Nurhadi

Dalam kasus ini, KPK menetapkan eks Dirut PT DI Budi Santoso dan eks Asisten Dirut Bidang Bisnis Pemerintah PT DI Irzal Rinaldi Zaini sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di perusahaan itu.

Budi dan Irzal diduga melakukan penjualan dan pengadaan fiktif, yang membuat negara dirugikan Rp 205,3 miliar dan 8,65 juta dolar AS.

Baca Juga : Muhadjir Ingatkan, Jangan Sampai Kita Hilang Kendali

Uang tersebut merupakan uang yang dibayarkan PT DI kepada enam perusahaan mitra atau agen, yang bekerja sama dengan PT DI. Meski mitra atau agen itu tidak pernah melakukan pekerjaannya.

Atas perbuatannya, Budi dan Irzal dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana. [OKT]