RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi salah satu kepala daerah populer di masa pandemi Covid-19. Bahkan, namanya terdongkrak menjadi calon kuat kandidat di Pilpres 2024.

Baginya, semua itu adalah buah kerja bersama, tidak ada desain politiknya. “Saya tidak pernah mendesain untuk muatan elektabilitas. Saya belum ada buzzer. Kalau ada peningkatan itu mengonversi penanganan Covid-19 di Jawa Barat,” ujar Ridwan Kamil, di acara RM Insight Rakyat Merdeka, Kamis, (23/7).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu merasa bersyukur jika dianggap berhasil memimpin daerah di tengah pandemi. Baginya, semua adalah hasil kerja keras para kepala daerah di tingkat Bupati maupun Wali Kota.

Menurut Kang Emil, peran Gubernur di tengah pandemi hanyalah sebagai penjahit koordinasi antar wilayah. Jika antar kepala daerah tidak selaras maka akan sulit mencapai keberhasilan.

Berita Terkait : Emil Minta Kab Majalengka Prioritaskan Tes Covid Bagi Pemudik

“Katakan Bandung kerja keras, kalau Sumedang cuek sama juga bohong. Nah, Gubernur masuk sebagai Pembina,” katanya.

Sebagai Gubernur, Kang Emil berbagi resep bisa mengonsolidasikan jajarannya untuk bekerja sama. Ia mengklaim, tidak pernah mendikte bawahannya tanpa ilmiah, semuanya didasari presentasi power point, dengan jawaban ilmiah.

“Sepakat ya jangan PSBB sendiri-sendiri. Nah itu contoh,” katanya.

Menurutnya, jika tanpa empati yang terjalin antar kepala daerah, maka sulit terjadi koordinasi. Apalagi, ada anggapan intruksi Gubernur itu seperti perintah politis. Maka di pastikan tidak berjalan. Pasalnya, masing-masing kepala daerah berbeda warna politiknya.

Baca Juga : Ringankan Debitor Di Saat Pandemi, OJK Bakal Perpanjang Restrukturisasi Kredit

Sebagai kepala daerah yang banjir pujian, Kang Emil menyebut lebih senang dikritik. Baginya, kritik membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Namun, memang perlu edukasi kepada pemerintah antara kritik dan bully.

“Saya Alhamdulilah pada dasarnya senang dikritisi, jadi pribadi lebih baik di keesokannya, tapi masyarakat tidak melihat kritis atau bully. Kalau kritis itu, harus ada data,” ungkapnya.

Soal politik, Kang Emil mengaku belum terlalu ambil pusing. Pun tentang kendaraan politik menuju Pemilu 2024. Hingga saat ini, Kang Emil merupakan tokoh dari kalangan nonparpol.

“Saya belum berpartai, masalah itu masih jauh. Saya belum bisa pertimbangan arah politik,” katanya.

Baca Juga : Lima Tersangka Langsung Dijeblosin ke Penjara, Termasuk Eks Dirut Jasa Marga

Seperti diketahui Jawa Barat termasuk wilayah yang mampu bangkit di tengah pandemi Covid-19. Salah satu indikasinya adalah data dari CSIS yang menyebut Jawa Barat masuk kategori Kuadran I dengan penilaian ekonomi membaik dan kesehatan membaik. [BSH]