RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejak lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 8 Januari lalu, tersangka kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR, Harun Masiku, tak diketahui keberadaannya.

KPK meyakini, eks caleg PDI Perjuangan Dapil I Sumatera Selatan itu masih berada di Indonesia.

Baca Juga : Pilkada Tak Boleh Ancam Jiwa Dan Perkembangan Anak

"Saat ini, KPK meyakini yang bersangkutan masih berada di dalam negeri," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikontak RMco.id, Jumat (24/7).

Ali memastikan, KPK tak menyerah dalam memburu Harun Masiku. Komisi antirasuah terus berkoordinasi dengan Polri dan pihak imigrasi sebagai upaya pencarian buronan tersebut.

Baca Juga : Berpindah Menjalin Interaksi

"Sebagai upaya pencarian, soal permohonan red notice tentu nanti akan kami pertimbangkan lebih lanjut," tutur Ali.

Penyidik, baru memperpanjang masa cegah atau larangan bepergian ke luar negeri terhadap Harun Masiku pada 10 Juli lalu.

Baca Juga : Pemerintah Miliki 3 Modal Kekuatan

Harun Masiku merupakan tersangka penyuap eks komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Suap diberikan agar Harun bisa menggantikan caleg PDIP Dapil Sumsel I Nazarudin Kiemas, sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024. [OKT]