RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat tengah menyelidiki 13 kasus dugaan penyelewengan atau penggelapan dana bantuan sosial (bansos) untuk pemulihan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, dari 13 kasus itu, tujuh di antaranya ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat. Sedangkan sisanya, kata dia, ditangani oleh jajaran Polres setempat.

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Wartawan Masuk Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

"Yang tujuh perkara yang ditangani Ditreskrimsus itu penyelewengan dana bansos laporannya. Tapi semuanya statusnya masih dalam penyelidikan," katanya, di Polda Jawa Barat, Kota Bandung.

Erlangga menjelaskan, tujuh kasus yang ditangani Ditreskrimsus itu berasal dari Sukabumi, Majalengka, Subang, Garut, Bogor Indramayu, dan Cianjur. Sedangkan enam kasus yang ditangani jajaran Polres itu berada di Karawang, Tasik, dan Indramayu. Di Kabupaten Indramayu, menurutnya ada empat kasus penyelewengan dana bansos.

Berita Terkait : Partai Emas Dukung Program Vaksinasi Covid-19

"Yang ditangan Polres Indramayu ada empat, pemotongan BLT (bantuan langsung tunai -red), pungli (pungutan liar -red) BLT, dan pungli bansos," jelasnya.

Menurut Erlangga, rata-rata modus yang terjadi dalam penyelewengan bansos itu adalah pemotongan atau penggelapan dana bansos. Misalnya, dari dana Rp 600 ribu yang menjadi hak masyarakat, dipotong oleh pihak-pihak tertentu. “Ini masih dalam penyelidikan. Kita belum bisa menyebutkan motifnya," pungkasnya. (RUS)