RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Jenggala Center (JC), Ibnu Munzir menyebut, kemarahan Presiden Jokowi kepada para menterinya hal yang wajar dan bahkan perlu mengingat kondisi bangsa yang genting. Di saat kondisi seperti ini, kata dia, Presiden butuh orang-orang yang bekerja cerdas dan tanggap. 

“Tentu dalam hal ini Presiden haruslah mempertimbangkan dengan matang keputusan yang akan diambil, karena berkaitan dengan kinerja kabinet selanjutnya," ujar Ibnu dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Berita Terkait : HUT TNI Ke-75, Jokowi: Terus Lakukan Transformasi

Lebih lanjut, eks Wakil Ketua Komisi V DPR memprediksi isu reshufle terlihat semakin jelas ketika beberapa lembaga survei merilis hasil surveinya. Terutama mengenai perubahan opini publik di tengah pandemi Covid-19 dari dimensi kesehatan dan ekonomi. "Hasilnya menujukkan mayoritas responden setuju Presiden Jokowi melakukan reshuffle," sebutnya. 

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijata mengungkapkan sebanyak 67,2 persen masyarakat puas terhadap kinerja pemerintahan pusat. Sementara yang menyatakan tidak puas sebanyak 30,1 persen. Tapi menurut Yunarto tingkat kepuasaan ini mengalami penurunan dibandingkan Februari lalu. 

Berita Terkait : Jokowi: Kami Tak Berpangku Tangan

"Adapun besaran penurunan terjadi dari angka 70,7 persen di bulan Februari menjadi angka 58,8 persen di bulan Mei," bener Toto sapaan karibnya. 

Di kesempatan sama, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengaku, persepsi publik perihal reshuffle mendapatkan banyak dukungan. Hasilnya sebanyak 64,8 persen responden setuju jika Jokowi mengadakan reshuffle saat ini. 

Berita Terkait : Jokowi Segera Tunjuk 2 Wakil Menteri Baru

“Mayoritas 64,8 persen setuju jika presiden melakukan perombakan kabinet. Menariknya, jumlah yang setuju ini cukup merata merupakan mayoritas di semua pendukung partar, ujar Burhan.

Sementara, politikus senior Golkar Agun Gunandjar juga menuturkan, dalam keadaan genting seperti ini reshuffle kabinet memang harus dilakukan. [UMM]