RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengamat politik dari UIN Jakarta Tony Rosyid menegaskan, Wapres KH Ma'ruf Amin merupakan sosok hebat. Selain seorang ulama kharismatik, Kiai Ma'ruf juga seorang politisi ulung. Jadi, jangan remehkan Kiai Ma'ruf dalam dunia politik.

Dia menerangkan, Kiai Ma'ruf lama berkiprah di PPP dan pernah menjadi anggota DPRD DKI. Ketika PKB lahir, Ma’ruf Amin pindah dan ikut membesarkan PKB. Ia menjadi salah satu anggota DPR terpilih dari PKB pada Pemilu 1999.

Baca Juga : Top, Wika Jadi BUMN Konstruksi Berskala Global

"Kiprahnya di dunia politik cukup matang. Banyak orang hanya melihat sosok Ma’ruf Amin sebagai ulama, terutama perannya sebagai Rais Aam PBNU dan Ketua MUI. Jauh sebelum menjadi Kiyai top, Ma’ruf Amin telah lama menempa diri di dunia politik. Sebagai kader PPP dan kemudian PKB, cukup menjadi bekal Ma’ruf Amin mengasah pengalaman politiknya," ujarnya, Rabu (12/8).

Karena itu, lanjut dia, sangat keliru jika ada pihak-pihak yang mengecilkan kemampuan berpolitik Ma’ruf Amin. Kiai Ma'ruf punya insting politik yang tajam. Terbukti, dia berhasil mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 dan menang.

Baca Juga : Aklamasi, Syamdakir Terpilih Jadi Ketua Golkar Prabumulih

"Jangan main-main dengan Ma’ruf Amin. Terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres saat itu adalah bukti kepiawaian sang kiai memainkan peran politiknya. Ini takdir, pasti. Tapi Tuhan tentu selalu menghitung ikhtiar hamba-Nya," tegasnya.

Tony lalu menyinggung soal desas-desus Ma'ruf Amin bakal diganti. Dia menegaskan, tidak ada celah konstitusional untuk melengserkan Ma'ruf di tengah jalan. Selain itu, Ma'ruf juga tentunya tak akan diam dengan desas-desus liar tersebut. "Ia tak akan tinggal diam," ucapnya. [USU]