Sebut Khofifah Capres 2024

Kiai Said Diingatkan Ojo Nggege Mongso

Suasana Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 yang dipimpin oleh oleh Gus Abdul Ghofur Maimun. (Foto: IG @nahdlatululama).
Klik untuk perbesar
Suasana Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 yang dipimpin oleh oleh Gus Abdul Ghofur Maimun. (Foto: IG @nahdlatululama).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pilpres 2019 belum digelar. Belum tahu apakah Jokowi lagi atau Prabowo yang akan jadi presiden. Namun, Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj sudah mengkampanyekan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawanssa sebagai capres 2024.

Pernyataan itu disampaikan Said Aqil ketika menyapa para hadiririn saat menyampaikan sambutan dalam acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, kemarin.

“Ketua Umum Muslimat NU yang terhormat, Ibu Khofifah Indar Parawansa yang sekarang menjabat Gubernur Jawa Timur, insyaallah capres ‘24-’34,” ujar Said Aqil yang mengenakan baju putih dipadu dengan sarung, lalu dihiasi dengan kopiah hitam itu. Setelah itu, Said Aqil mendoakan Jokowi kembali diberi kepercayaan oleh rakyat Indonesia untuk memimpin lima tahun ke depan.

“Mudah-mudahan Pak Jokowi dapat kepercayaan dari Allah dan dari rakyat,” ucapnya. Said Aqil menegaskan, apa yang disampaikannya bukan kampanye politik, melainkan doa semata. Menurut dia, sebagai Ketum PBNU tidak boleh melakukan kampanye untuk pasangan capres-cawapres.

Omongan pendek soal Khofifah capres 24-34 itu langsung bikin heboh jagat dunia maya. Ada yang menilai, ucapan itu berlebihan. Bahkan, akun Cinta Ulama menyindir, Said Aqil sedang bermimpi.

“Mungkin sedang mengigau,” sindirnya. Begitupun dengan K0T4K_K0$0N9 yang menganggap ucapan Said Aqil terkait capres 2024 hanya mimpi di siang bolong.

Baca Juga : Kepala Layanan Medis Darurat Iran Tertular Virus Corona

Katanya, bicara capres 2024 ketika pilpres 2019 belum selesai merupakan kepagian. “Mimpiii! Masih banyak anak-anak muda yang lebih berpotensi dan terbuka pikirannya. Bu Risma, Ridwan Kamil, Ahok, AHY,” sebutnya.

Tupaimon mengatakan, Khofifah mungkin mempunyai track record yang cukup bagus, tapi rasanya belum sebanding dengan Ahok, Risma atau Ridwan Kamil.

“Gubernur Jatim ini aja dimanfaatkan dulu, tunjukkan prestasi. Setidaknya, harus bisa tunjukkan prestasi kaya Ahok atau Risma,” katanya.

Lebih sadis lagi, edanSopan mengatakan, impian Said Aqil yang ingin mencapreskan Khofifah terlalu berlebihan. Jika terlalu pede dikhawatirkan akan meleset.

“Ma’af pak yai,, jangan ketinggian dulu harapannya, biarkan dulu ibu Khofifah konsentrasi memajukan Jawa Timur dengan segala kemampuannya aja “nggege mongso” mundhak dadi ora prayoga tumrap nusa lan bangsa,” dia mengingatkan.

Sama, Ronie Cuy juga berharap agar Said Aqil tidak terlalu lebay, nanti masyarakat tidak bersimpati dengan Khofifah karena kesannya ambisius. Lebih baik, buktikan dulu mimpin Jawa Timur. “Kalau adem ayem gak ada perubahan, mending gak usah jadi pemimpin, jadi ibu rumah tangga aja.”

Baca Juga : Ketimbang Pakai Masker, Bersihkan Layar HP Jauh Lebih Efektif

Sementara Said Hardiansyah mempermasalahkan status gender. Bagi dia, sebagian masyarakat Indonesia masih belum banyak yang menerima presiden dari kalangan perempuan. “Kok malah mencalonkan perempuan? Maaf, bukannya mau merendahkan martabat perempuan, tapi untuk urusan pemimpin negara mending bebankan ke pria saja.”

Pernyataan Said Hardiansyah dibenarkan oleh Sehar Arwana. Kata dia, masyarakat muslim di Indonesia pasti menolak. “Kiai harusnya lebih paham soal calon pemimpin,” katanya.

Ternyata tak hanya masalah gender saja yang dipermasalahkan, SERPICO belum yakin khofifah bakal jadi capres karena tidak mempunyai partai politik untuk mengusung di pilpres nanti. “Koalisi ama siapa? Gak sesederhana itu, kalau belum 20% kursi di DPR,” tuturnya.

Berikutnya, Defri07 menyarankan kepada Said Aqil agar tidak membuat blunder dengan terlalu masuk mengurusi urusan politik. Sebaiknya, Said Aqil mengubah PBNU lebih baik. Tetapi kalau ingin menjadi capres lebih baik PBNU menjadi Partai. “Biar Anda bisa mencalonkan diri menjadi Presiden 2024- 2034, hebatkan,” sindirnya pedas.

Berbeda, djonet sepakat dengan Said Aqil mendukung Khofifah sebagai capres masa depan. Secara kalkulasi politik dan track record dan kapasitas, Khofifah sudah mumpuni naik sebagai capres. “Silakan kalau cuma capres aja mah,” dukungnya.

Dukungan lebih tegas lagi diucapkan Abi Kiromi. Menurutnya, Khofifah sangat pantas menjadi pemimpin masa depan. “Setuju kiai... Abis pak Jokowi lanjut bu Khofifah,” katanya.

Baca Juga : Dukung UMKM Terbaik Indonesia, BNI Luncurkan Bunga Nusantara

Dukungan serupa diungkapkan Jody Pati. Ia mengakui sosok Khofifah lebih memberikan harapan di tahun 2024. “Maju terus. Dukung presiden 2024 dari NU.

Mau tahu bani muka bedak 212 berhadapan langsung dengan Anshor,” kata bdharyanto.

Terakhir, Xavi123 justru menyarankan tak hanya Khofifah yang diusung menjadi capres tetapi bisa berduet dengan Emil Dardak. “Khofifah-Emil cocok banget di 2024.” [REN]