RMco.id  Rakyat Merdeka - Kasus pelemparan bom molotov ke Kantor Perwakilan Anak Cabang PDIP di Kabupaten Bogor, berkaitan dengan pembakaran bendera saat adanya aksi massa di DPR RI, Jakarta.

Hal ini diungkap Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago. Menurutnya, ini diketahui setelah adanya pemeriksaan terhadap tujuh tersangka pelemparan bom molotov yang telah diamankan Polres Bogor. “Ada motif ketidaksukaan tersangka terhadap pembakaran bendera tersebut,” ujarnya, di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (24/8).

Baca Juga : Komisi I : Tiru Bu Susi Dong, Tangkap Dan Tenggelamkan

Motifnya sejauh ini berdasarkan keterangannya, lanjut Erdi, ada ketidaksukaan terhadap terjadinya pembakaran bendera pada saat di DPR. Namun dia tidak menyebut, pembakaran bendera apa yang dimaksud. Yang jelas, beberapa waktu lalu ada dua kelompok massa yang melakukan aksi di DPR RI dan melakukan pembakaran bendera maupun spanduk seorang tokoh dan lambang partai.

Erdi juga tidak menyebut identitas kelompok para tersangka. Penetapan tersangka itu, kata dia, merupakan hasil dugaan tindak pidana berdasarkan barang bukti yang didapat. "Saat itu ada kejadian di DPR. Itu yang jadi permasalahan, atau menjadi salah satu motif mereka," kata dia.

Baca Juga : Awas Zoonosis!

Para tersangka, lanjut Erdi lagi, terancam hukuman penjara hingga belasan tahun, melalui Pasal 187 ayat 1 KUH-Pidana. Kini, para tersangka ditahan di Polres Bogor.

Beberapa waktu lalu, terjadi pelemparan bom molotov di tiga lokasi, yakni Kantor Perwakilan Anak Cabang (PAC) PDIP Megamendung Kabupaten Bogor, Kantor PAC PDIP Cileungsi Kabupaten Bogor, dan Kantor Sekretariat PDIP Cianjur.

Baca Juga : Hari Ini Jasa Marga Dan HK Sesuaikan Tarif Tol

Namun Erdi menjelaskan, para tersangka yang diamankan itu berkaitan dengan kasus pelemparan bom molotov di Kantor PAC Cileungsi, Kabupaten Bogor. Sedangkan kasus bom molotov dari dua tempat lainnya masih dalam proses penyelidikan. BCG