RMco.id  Rakyat Merdeka - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso.

Budi akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia tahun 2007 sampai 2017.

"BS (Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia) akan diperiksa sebagai tersangka," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (2/9).

Baca Juga : Jelang Aksi Mogok, Dua Presiden Buruh Dipanggil Istana

Selain itu, hari ini penyidik juga memanggil satu saksi yakni, Sales Manager PT Abadi Sentosa Perkasa, Andi Sukandi.

Andi diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Budi Santoso. Keduanya digarap penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Sehari sebelumnya, Selasa (1/9), penyidik memeriksa mantan Direktur Niaga PT DI Irzal Rinaldi Zailani sebagai tersangka, sekaligus saksi bagi tersangka Budi Santoso.

Baca Juga : BKN: 117 Peserta Tes CPNS Positif Covid-19

Penyidik menggali keterangan Irzal soal dugaan adanya penerimaan cashback dari mitra penjualan.

"Penyidik mengonfirmasi keterangan yang bersangkutan terkait dengan peran aktif tersangka dalam proses pembuatan kontrak dengan mitra penjualan dan adanya dugaan penerimaan cashback dari mitra penjualan," bebernya.

Dalam kasus ini KPK baru menyandangkan status tersangka kepada Budi dan Irzal.

Baca Juga : Muhammadiyah Kini Punya Lembaga UKW

Keduanya diduga melakukan penjualan dan pengadaan fiktif yang membuat negara dirugikan Rp 205,3 miliar dan 8,65 juta dollar AS.

Uang tersebut merupakan uang yang dibayarkan PT DI kepada enam perusahaan mitra atau agen yang bekerja sama dengan PT DI meski mitra atau agen itu tidak pernah melakukan pekerjaannya.

Atas perbuatannya, Budi dan Irzal dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana. [OKT]