RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan, peredaran narkotika di tempat hiburan malam selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kian tak terkendali. Pasalnya, saat pengawasan yang sedikit berkurang akibat pandemi Covid-19, para bandar justru malah dengan mudah mengedarkan barang haram itu. 

"Yang kami lihat, bandar ini malah lebih aman dalam menjalankan bisnisnya. Tempat hiburan yang pura-pura tutup, yang dimanfaatkan agar penjualan itu semakin lancar. Jadi, pengguna tenang, bandar untung banyak, karena tak ada lagi razia," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, di Jakarta, Jumat (4/9).

Berita Terkait : Pentingnya Digitalisasi Pasar Rakyat di Masa Pandemi

Sebelumnya, dari hasil investigasi yang dilakukan BNN, ada tempat hiburan malam di kawasan Jakarta Barat masih melayani pengunjung. Dengan pengawasan yang super ketat ketika, pengujung bisa masuk ke dalam diskotek dan karaoke melalui pintu belakang.

Saat sudah masuk ke dalamnya, pengunjung langsung dibawa ke ruang karaoke, dan waitress menawarkan sejumlah paket minuman, pemandu lagu atau LC, termasuk ekstasi. Demi memastikan adanya peredaran narkoba, tim investigasi memesan tiga butir ekstasi kepada waitress.

Berita Terkait : BNPB Kerahkan Helikopter Untuk Daerah Terpencil

Arman mengakui, peredaran narkotika di tempat itu semakin bebas dan transaksi penjualan tak perlu lagi dilakukan secara tertutup. "Tim juga sudah melakukan investigasi dan dalam waktu dekat kita akan tindak," ujarnya.

Menurut Arman, terbukanya penjualan narkotika ditempat itu diibaratkan seperti menjual kacang. Penyedia narkotika menawarkan tanpa malu-malu dan tak berapa lama barang datang. "Bukti kami sudah lengkap, tinggal tunggu waktu saja untuk melakukan eksekusi," tegasnya.

Berita Terkait : Dorong Laju Perekonomian, Bank bjb Tekan MoU dengan Bank Mantap

Pihaknya, sambung Arman, juga masih mengamati beberapa tempat hiburan malam yang ada di kawasan Mangga Besar. Pasalnya, di tempat itu juga, peredaran yang sama juga dilakukan pengelola tempat hiburan kepada pengunjung yang datang. "Jadi karena mereka (sindikat) menganggap masa pandemi dan tak ada razia, mereka dengan tenangnya bertransaksi narkotika," terangnya. [MRA]