RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat Deddy Handoko ke Pengadilan Negeri Tipikor Bandung.

"Hari ini Rabu (9/9/2020), Trimulyono Hendradi dan Andry Lesmana selaku Penuntut Umum KPK melimpahkan berkas perkara terdakwa Deddy Handoko ke PN Tipikor Bandung," ujar Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri lewat pesan singkat.

Baca Juga : Kalahkan Juventus, Vidal Yakin Inter Raih Scudeto

Dengan pelimpahan ini, penahanan Dedi telah beralih menjadi kewenangan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung. Selanjutnya, tinggal menunggu penetapan Majelis Hakim yang akan menyidangkan perkara ini, juga penetapan jadwal persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Hakim yang akan menyidangkan perkara ini dan juga penetapan jadwal persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Baca Juga : Sungai Pengkol Meluap, 33 Rumah Dan 120 Warga Terendam Banjir

Dedi akan didakwa dengan Pasal 12 huruf b, Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP dan Pasal Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam perkara ini, dia diduga menerima suap dari terpidana kasus Alat-alat Kesehatan (Alkes), Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. Deddy diduga menerima mobil Toyota Kijang Innova Reborn Luxury 2.0 G A.T warna putih tahun 2016.

Baca Juga : Menteri Teten Rampingkan Jabatan Pejabat Eselon I Kemenkop UKM

Pemberian itu, terkait kemudahan izin keluar lapas yang diberikan tersangka Deddy kepada Wawan, baik berupa Izin Luar Biasa (ILB) maupun izin berobat. [OKT]