Sebelumnya 
Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat jumlah kasus suspek pada Sabtu (12/9), sebanyak 95.539.

Merujuk Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang diteken Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 13 Juli 2020, kasus suspek adalah pengganti istilah Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 

Berita Terkait : Kasus Positif di Jakarta Naik 1.059, Kasus Sembuh Nambah 1.455

Seseorang dikatakan memiliki kasus suspek apabila mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), demam (≥38 derajat Celsius) atau riwayat demam; dan disertai salah satu gejala atau tanda penyakit pernapasan, seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, pilek, serta pneumonia ringan hingga berat.

Selain itu, pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala penyakit memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang terdapat kasus konfirmasi Covid-19, dan atau memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau kasus konfirmasi Covid-19.

Berita Terkait : Kasus Positif Nanjak 4.284, Kasus Sembuh Cetak Rekor

Seseorang juga dapat dikatakan berstatus kasus suspek apabila mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) atau pneumonia berat, yang membutuhkan pengobatan di rumah sakit. Serta tidak ada penyebab lain yang mendasari timbulnya gejala Covid-19.

Sementara jumlah kasus sembuh, saat ini tembus 152.458. Bertambah 2.241 orang, dibanding data Jumat (11/9).

Berita Terkait : Kasus Positif Covid Kembali Loncati Angka 4.000

Sedangkan jumlah kasus meninggal dunia akibat Covid, mencapai angka 8.650. Atau mengalami kenaikan 106 orang, dibanding data kemarin. [HES]