RMco.id  Rakyat Merdeka - Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Saiful Ilah berupa pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," ujar jaksa Arif Suhermanto saat membacakan surat tuntutan, di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (14/9). 

Jaksa menilai, politisi PKB itu terbukti melanggar pasal 11 UU Nomor 20/2001, juncto pasal 55 ayat 1 KUHP, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Saiful dinilai secara sah dan meyakinkan telah menerima total uang Rp 600 juta dari kontraktor sebagai bentuk hadiah karena telah menerima dan menyelesaikan empat proyek infrastruktur di Sidoarjo.

Berita Terkait : Bupati Bengkalis Non Aktif Amril Mukminin Dituntut 6 Tahun Penjara

Jaksa juga menuntut Saiful membayar uang pengganti sesuai jumlah uang korupsi yang diterimanya, yakni Rp 600 juta. Tapi, Saiful tinggal membayar Rp 250 juta. Sebab, uang Rp 350 juta yang disita darinya sudah dirampas untuk negara. "Oleh karena itu menghukum Terdakwa untuk membayar kekurangan uang pengganti sebesar Rp 250 juta rupiah," imbuh Jaksa. 

Apabila Saiful tidak membayar uang pengganti dalam waktu sebulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita JPU dan dapat dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Tapi, jika Saiful tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, dia akan dipidana dengan pidana penjara selama dua tahun.

Dalam menjatuhkan tuntutan, jaksa mempertimbangkan sejumlah hal. Yang memberatkan, selain tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi, Saiful Ilah juga kerap berbelit-belit saat memberikan keterangan dalam persidangan, dan tidak pernah mengakui perbuatannya. Sementara, yang meringankan, Saiful sudah berusia lanjut serta masih dijerat perkara lain. 

Berita Terkait : Eks Kadis PUPR Mojokerto Zaenal Abidin Divonis 4 Tahun Penjara

Atas tuntutan tersebut, penasihat hukum Saiful Ilah, Syamsul Huda, meminta waktu ke majelis hakim untuk menyusun pembelaan atau pledoi. "Pledoi akan kami sampaikan dalam persidangan pekan depan," tuturnya. 

Saiful Ilah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap usai terjaring operasi tangkap tangan pada Selasa (7/1). Saiful diduga menerima suap total senilai Rp 600 juta dari pihak swasta bernama Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi atas jasanya memenangkan perusahaan milik keduanya untuk menggarap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo.

Selain Saiful Ilah, juga ada tiga pejabat yang ikut ditetapkan sebagai tersangka, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Sunarti Setyaningsih, Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Judi Tetrahastoto, dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji. [OKT]