RMco.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat lebih memprioritaskan penyelesaian masalah kesehatan dibanding ekonomi di masa pandemi Covid-19. Sebanyak 75,5 persen masyarakat Indonesia menyatakan kesehatan lebih penting.

Hal tersebut terungkap dalam “Survei Covid-19 Nasional” yang diselenggarakan oleh Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia).

Survei ini dilaksanakan secara tatap muka dengan mekanisme home visit dan diselenggarakan 18 Agustus-6 September 2020, dengan mewawancarai 1.200 responden yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Berita Terkait : Beringin: Protokol Kesehatan Ketat Kunci Sukses Pilkada

Setiap wawancara tatap muka dalam survei ini selalu mendahulukan protokol kesehatan: menggunakan masker, menjaga jarak 1,5 meter, menggunakan hand sanitizer dan tanpa kontak fisik.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo mengatakan, hasil survei yang menyatakan bahwa kesehatan lebih penting daripada ekonomi ini mempertegas hasil survei sebelumnya yang sudah dilakukan pada Juni 2020 lalu.

Hasil survei tersebut menyatakan, sebanyak 63,4 persen responden juga memilih kesehatan daripada ekonomi.

Berita Terkait : Putus Rantai Covid-19, Ekonomi Dan Kesehatan Harus Bergandengan

“Ada peningkatan persepsi terhadap pentingnya kesehatan sebanyak 11 persen dalam rentang waktu Juni hingga September ini,” kata Kunto, kemarin.

Pandemi Covid-19 ini memang memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat. Namun, 27,2 persen responden saja yang menyatakan bahwa penghasilan mereka lebih buruk dibandingkan sebelum pemberlakuan kebiasaan baru. 47,1 persen menyatakan bahwa tidak ada yang berubah dari penghasilan mereka, dan sebanyak 25,2 persen menyatakan bahwa penghasilan mereka justru lebih baik setelah pemberlakuan kebiasaan baru.

Kunto menambahkan, kesadaran akan pentingnya kesehatan juga berbanding lurus dengan persepsi kepercayaan yang rendah bahwa masyarakat Indonesia kebal terhadap Covid-19.

Berita Terkait : Perketat Protokol Kesehatan Daerah Yang Gelar Pilkada!

Hanya 31,8 persen responden yang menjawab bahwa mereka percaya masyarakat kebal terhadap Covid-19.

“Jumlah tersebut memang naik dari angka sebelumnya yaitu 31,3 persen pada bulan Juni lalu. Namun kenaikan tersebut tidak signifikan jika dibandingkan dengan hasil Survei Persepsi Publik Indonesia tentang Virus Corona yang juga diselenggarakan oleh KedaiKOPI yaitu pada 3-4 Maret 2020. Jumlah responden yang percaya Masyarakat Indonesia kebal terhadap Covid-19 pada bulan Maret lalu sebesar 42,1 persen,” jelasnya.

Terkait pembuatan vaksin untuk Covid-19, Kunto menyatakan, usaha pemerintah membuat vaksin untuk Covid-19 ini mendapatkan tanggapan yang positif dari responden. [QAR]