RMco.id  Rakyat Merdeka - Polda Lampung kini sudah menaikkan kasus penusukan ulama asal Madinah Syekh Ali Jaber ke tingkat penyidikan. SPDP alias Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung pada Selasa (15/9).

Info ini disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/9).

Berita Terkait : Menko Polhukam: Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Akan Dibawa ke Pengadilan

Dalam kasus ini, Polda Lampung sudah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi. Terdiri dari keluarga, saksi di tempat kejadian perkara, dan saksi dari panitia.

Syekh Ali Jaber ditusuk oleh pelaku berinisial AA pada Minggu (13/9) saat mengisi acara dakwah di Masjid Falahuddin, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Berita Terkait : Besok, Polisi Gelar Rekonstruksi Penusukan Syekh Ali Jaber

Atas perbuatannya, AA yang berusia 24 tahun, kini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 juncto Pasal 53 KUHP subsider Pasal 38 juncto Pasal 53 subsider Pasal 351 ayat 2, dan UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Pasal 2 ayat 1.

Pasal yang disangkakan ini adalah pasal percobaan pembunuhan, pembunuhan, penganiayaan menyebabkan luka, dan kepemilikan senjata.

Berita Terkait : Syarikat Islam Minta Polisi Tindak Tegas Penusuk Syekh Ali Jaber

“Jadi kalau ancaman hukumannya, hukuman mati atau seumur hidup. Paling (lama) 20 tahun (penjara),” ujar Argo. [OKT]