RMco.id  Rakyat Merdeka - Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Mahmud, mengajak seluruh civitas akademika agar terus bekerja sungguh-sungguh sesuai kapasitas dan potensi masing-masing. Bekerja bukan hanya untuk dunia, tapi juga mencari tiket ke surga.

"Karena sebagian besar waktu kita dihabiskan di kantor, mari kita jadikan bekerja ini sebagai tiket masuk surga dengan melakukan kerja sama dan sama-sama bekerja untuk meningkatkan marwah kampus," seru Mahmud, saat membuka acara Pembinaan Pegawai dan Workshop Peningkatan Mutu Perkuliahan Daring Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), di Aula FDK, Kamis (17/9).

Mahmud menerangkan, salah satu cara mewujudkan kampus yang unggul, maju, kompetitif, dan berakhlakul karimah dapat dilakukan saat bekerja dengan membudaya salam, senyuman, sapa. Meskipun masa pandemi, aktivitas dan kegiatan bekerja di lingkungan UIN Bandung, termasuk FDK, mesti tetap produktif. Kegiatan pembinaan yang menghadirkan narasumber Wakil Rektor I Prof Rosihon Anwar ini diikuti seluruh unit yang berjumlah 134 orang.

Berita Terkait : Selamat, UIN Bandung Raih 2 Penghargaan Terbaik Dari Kemenag

Pembinaan Berbasis Pelatihan
Dalam pengarahaannya, Mahmud menyampaikan, peningkatkan kinerja ASN pada unit kerja FDK perlu dilakukan dengan pembinaan berbasis pelatihan. “Kita lakukan terobosan. Saya ingin pada bidang layanan ini, orang masuk ke UIN nyaman. Bukan menggerutu setelah selesai pelayanan. Coba saja lihat di bank, nyaman.” ujarnya.

Mahmud menekankan, untuk pelayanan yang baik, harus tahu teorinya. Karena basis dari praktik ini adalah teori. “Siapa orang yang tidak pakai teori, tidak akan sukses. Maka, semua harus diilmukan. Termasuk tendik, kalau melayani harus senyum, ada ilmunya itu. Maka, perlu ada treatment-treatment untuk tendik sehingga punya ilmu pelayanan. Saat masuk ruangan, yang dilayani harus merasa nyaman,” tuturnya.

Pria asal Bekasi ini mengajak, agar dalam bekerja, semua peserta pelatihan bisa mempraktikkan ilmu ikhlas. “Ke depan, pembinaan-pembinaan harus berbasis pelatihan sehingga memiliki output, tendik terbekali dengan ilmu praktis tentang pelayanan,” tegas Mahmud.

Baca Juga : Selangkah Lagi, Ibra Duet Dengan Mario Mandzukic

Guru Besar Sosiologi Pendidikan ini menyampaikan rasa bangga ke FDK, karena bisa memperlihatkan karya-karyanya. “Tuhan tidak akan keliru, kalau kita bagus pasti bagus. Insya Allah akan kelihatan hasilnya. Mari kita pertontonkan segala kebaikan, dengan terus berkarya, bekerja untuk kampus tercinta. Mudah-mudahan Fakultas Dakwah dan Komunikasi terus maju di bawah kepemimpinan Pak Dekan,” harapnya.

Dekan FDK Ahmad Sarbini menjelaskan pembinaan menjadi salah satu kegiatan selama pandemi Covid-19. “Seperti arahan dari Pak Rektor, masa ini harus tetap produktif dan bisa meningkatkan kinerja,” ujarnya.

Selama pandemi, pembelajaran FDK dilakukan secara daring melalui learning management system (LMS) e-knows yang telah disediakan pihak kampus. Pria asal Banten ini juga menyampaikan, FDK memiliki 3 jurnal telah terakreditasi, yaitu 2 jurnal Sinta 2 dan 1 jurnal Sinta 4, ditambah 6 jurnal jurusan.

Baca Juga : Jokowi Kasih Waktu 3-4 Hari Kepada Menteri PUPR

“Perlu disampaikan Pak Rektor, capaian HKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi mencapai 243, berada pada urutan paling atas. Fakultas yang selama ini mendominasi, yaitu Fakultas Tarbiyah, harus puas pada urutan nomor 2," tuturnya.

Sarbini juga melaporkan tentang kondisi laboratorium dan ruangan kuliah serta pertambahan prodi baru. “Mudah-mudahan segala kebaikan Pak Rektor menjadi amal jariah,” pungkasnya. [USU]