RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengumpulan massa saat pandemi Corona bisa menimbulkan klaster baru. Eh, KPU malah mengizinkan keramaian konser, bazar, jalan dan sepeda santai di Pilkada Serentak 2020.

Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi berdalih, keputusan mengizinkan keramaian pilkada sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada. Dia menegaskan, bentuk-bentuk kampanye juga sudah diatur dalam undang-undang tersebut. “Tentu KPU tidak bisa mengubah dan meniadakannya,” ujar Dewa dalam webinar yang digelar KPU, Selasa (15/9). 

Berita Terkait : Pak Jokowi, Cepatan Dong Pilih Sekjen KPU

Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020 Pasal 63 mengatur tujuh jenis kegiatan yang tidak melanggar larangan kampanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Antara lain, pentas seni, panen raya dan/atau konser musik; kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai; perlombaan; kegiatan sosial berupa bazar dan/atau donor darah; peringatan hari ulang tahun Partai Politik dan atau melalui media daring. 

Dalam pasal yang sama juga diatur maksimal peserta kampanye rapat umum di tempat terbuka adalah 100 orang. Setiap peserta juga wajib menjaga jarak minimal 1 meter. Mereka juga harus berkoordinasi dengan perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan atau Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat. 

Berita Terkait : KPU Nyebelin

Dewa mengatakan, sebenarnya KPU punya banyak rencana membuat aturan yang lebih progresif terkait pandemi Covid-19. Namun, niat itu tidak bisa dilakukan karena harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku. “Selain kampanye tatap muka secara terbatas, kami juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi,” ujarnya. 

Diketahui, Pilkada Serentak tetap digelar pada 9 Desember 2020. Sebanyak 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota menggelar demokrasi tingkat daerah ini. Dengan total pemilih sebanyak 105.852.716 orang di 270 daerah. 

Berita Terkait : Ara Sirait: Untuk Kepentingan Kesehatan Rakyat, Revisi UU Pilkada atau Keluarkan Perppu

Akun Cinta Damai menilai langkah KPU yang mengizinkan konser musik di tengah pandemi Corona sebagai kebijakan yang aneh. Sebab, banyak warga yang kena razia gara-gara covid. “Eh.. dia malah membuat acara kumpul-kumpul,” kritiknya. 
 Selanjutnya