RMco.id  Rakyat Merdeka - Politisi Nasdem Irma Suryani Chaniago memuji gaya kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir. Menurutnya, Erick terbukti sebagai sosok bijak dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik.

Penilaian Irma ini merujuk pada pertemuan Erick dengan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Kamis (17/9). Pertemuan dilakukan setelah Ahok buka-bukaan soal internal pertamina dan meminta Kementerian BUMN dibubarkan, diganti super holding. Namun, Erick tidak terlihat marah. Dalam pertemuan itu, Erick dan Ahok terlihat kompak.

"Pertemuan Erick Thohir dan Ahok semakin mempertegas bahwa kepemimpinan bos BUMN yang baru ini bukan hanya bijak, tapi juga mau mendengar sekaligus tegas" ucap Irma, Jumat (18/9).

Berita Terkait : Irma Chaniago: Jokowi Sudah Dengar Masukan NU dan Muhammadiyah

Menurut Irma, mengurai benang kusut di BUMN tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dia melihat, Erick melakukannya step by step. Seperti pepatah: menarik rambut dalam tepung, rambutnya dapat diambil tapi tepungnya tidak berserakan.

Aktivis Maju Perempuan Indonesia (MPI) ini mencontohkan pola pengisian direksi BUMN. Di tangan Erick, model rekrutmen diubah dengan menggunakan generasi milenial.

"Beliau melakukan penyegaran dengan merekrut banyak anak-anak muda cerdas. Tapi, tetap dicampur dengan yang senior. Artinya, Erick memberikan tongkat estafet pada para calon pemimpin masa depan lainnya. Ini patut diacungi jempol dan ditiru oleh menteri lain," imbuhnya.

Berita Terkait : Irma Chaniago: Kinerja Kementan Sudah Oke, ke Depan Bisa Fokus ke Produk Olahan

Bagi Irma, Erick membawa pikiran perubahan restorasi Indonesia. Dalam meracik komisaris BUMN pun, eks Presiden Inter Milan itu tetap mengedepankan "the right man in the right place". 

Soal isu komisaris titipan, Irma menganggap harus ada seorang fasilitator antara kementerian dan BUMN. Sebab, BUMN merupakan perusahaan negara yang bergerak di bidang yang terkait langsung dengan kementerian. Misalnya, PTPN dengan Kementerian LHK, atau Pelindo dengan Kementerian Perhubungan.

Selain mengubah wajah BUMN, Irma juga menganggap cita-cita Erick menjadikan BUMN bersih, transparan, dan profitable perlu didukung. Apalagi, salah satu targetnya, ke depan BUMN tidak lagi menerima dana dari APBN, melainkan hanya dari dividen.

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

"Sehingga kinerjanya menjadi terukur dan dapat dipertanggungjawabkan pada publik. Tentu tidak mudah, tapi setidaknya gambaran isi kepala beliau sebagai orang bisnis tidak perlu lagi diragukan untuk dapat membawa BUMN ke depan jauh lebih baik. Untuk itu Presiden dan masyarakat perlu memberi beliau waktu dan kepercayaan," pungkasnya. [MEN]