RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Kimia Farma Diagnostika selaku penyedia layanan rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola Bandara Soetta, memberikan perhatian penuh terhadap informasi mengenai kejadian yang dialami salah satu penumpang pesawat terkait layanan rapid test di Bandara Soetta.

Lewat media sosial, penumpang tersebut menceritakan kejadian pemerasan dan pelecehan yang dilakukan oknum petugas layanan medis PT Kimia Farma Diagnostika kepada dirinya, saat melakukan rapid test.

Berita Terkait : Karantina Penumpang Pesawat Internasional Berjalan Lancar

Cuitan di media sosial tersebut kemudian dikutip sejumlah media sebagai sumber pemberitaan. Di samping mengontak penumpang yang bersangkutan, PT Kimia Farma Diagnostika dan PT Angkasa Pura II juga langsung gercep alias gerak cepat melakukan investigasi internal. 

“PT Kimia Farma Diagnostika telah menghubungi korban atas kejadian yang dilakukan oleh oknum tersebut. Kami akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum. Oknum tersebut yang diduga melakukan pemalsuan dokumen hasil uji rapid test, pemerasan, tindakan asusila, dan intimidasi,” ujar Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadilah Bulqini dalam pernyataan bersama PT Angkasa Pura II yang diterima RMco.id, Sabtu (19/9).

Berita Terkait : AP II Layani Test Antigen Gratis Ke 1.000 Orang Di Bandara Soetta

Sementara itu, Executive General Manager Bandara Soetta Agus Haryadi mengatakan, PT Angkasa Pura II sangat menyesalkan kejadian ini.

Demi menuntaskan kasus ini, PT Angkasa Pura II akan memberikan dukungan maksimal. Termasuk, keperluan untuk pengecekan CCTV dan lainnya.

Baca Juga : Antara Politik Islam Dan Islam Politik (2)

“Kami sangat memberikan perhatian penuh terhada informasi ini. Kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak, termasuk berkoodinasi dengan Polres Bandara Soetta  yang saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai hal ini. PT Angkasa Pura II sangat berharap, hal ini tidak berulang kembali. Bersama stakeholder harus menjaga reputasi Bandara Soetta," jelas Agus Haryadi. 
 Selanjutnya