RMco.id  Rakyat Merdeka - Perubahan waktu penutupan di 5 titik jalan protokol Kota Bandung selama adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diperketat, menimbulkan permasalahan baru. Imbasnya, kendaraan mencari jalan pintas dan jalan-jalan alternatif terjadi kemacetan.

Adanya perubahan waktu penutupan jalan justru dinilai menyusahkan warga yang biasa pulang sore hari dari tempat mereka bekerja.

"Seharusnya fungsi jalan protokol jangan diubah, ini tidak efektif. Kasihan warga yang kerja pulang sore harus cari jalan alternatif yang ujung-ujungnya malah memindahkan titik kemacetan,” kata Ketua Komisi A, Rizal Khaerul, saat ditemui usai rapat paripurna penetapan perubahan APBD 2020, di Gedung DPRD kota Bandung, Senin (21/9/2020).

Ia berharap kebijakan Pemkot Bandung, melakukan penutupan jalan dikembalikan pada semula, sehingga warga tak harus mencari jalan alternatif.

Berita Terkait : Kementan Dorong Penetapan Dan Pelepasan Galur Ternak

“Lebih baik dikembalikan semula, menurut saya penutupan jalan ini sebenarnya tidak berdampak pada pencegahan sebaran Covid-19, selama warga masih banyak berkeliaran, tetap saja ada kerumunan meski di jalan alternatif,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Erick Darmajaya, Sekretaris Komisi A dari Fraksi PSI-PKB DPRD Kota Bandung.

Menurutnya penutupan jalan yang dilakukan Pemkot Bandung belum menjadi solusi terkait pencegahan sebaran Covid-19, selama masih banyak jalan alternatif, menimbulkan kemacetan di sejumlah titik jalan.

“Mengubah kebiasaan warga itu tidak mudah, apalagi dengan serta merta mengalihkan lintasan di jalan protokol. Warga masih banyak yang mencari jalan alternatif ketimbang mengubah waktu perjalanan,” jelasnya.

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Sebaiknya penutupan jalan lebih baik tidak dilakukan, kalaupun ada penutupan jalan lebih baik dilakukan di pintu masuk menuju kedalam kota.

“Warga sudah terlalu lama berdiam diri di rumah, ada waktunya pingin keluar cari suasana baru,” sebut Erick.

Sebelumnya Wali Kota Bandung Bandung Oded M. Danial membenarkan jika perubahan jam buka-tutup jalan harus dievaluasi lagi.

Pihaknya telah menginstruksikan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung untuk segera menggelar rapat dan kajian dari kebijakan penutupan akses di lima titik jalan yang dilakukan sejak Jumat (15/9/2020) tersebut.

Baca Juga : RUU Cipta Kerja Semoga Tidak Ciptakan Petaka

“Buka tutup jalan harus dievaluasi. Karena, ada hal yang bisa diperlonggar, bisa diperketat. Pak Ema, selaku ketua harian gugus tugas dan jajarannya saya perintahkan untuk melakukan rapat evaluasi bersama instansi lainnya, mudah-mudahan nanti ada solusi terbaik kedepannya. Mereka kita berikan wewenang untuk melakukan perubahan-perubahan,” tutur Oded.

Adapun alasan perubahan penggunaan jalan protokol tersebut, untuk mencegah masyarakat berkumpul di jalanan dengan alasan ingin mencegah sebaran Covid-19.

“Karena untuk menghindari masyarakat jangan banyak di jalan. Khawatir berkerumun, berkumpul akan memunculkan klaster baru ,” jelasnya. Padahal Oded telah membuat imbauan agar masyarakat tidak keluar rumah jika tidak mendesak. Tujuannya untuk mencegah orang tidak terpapar Covid-19,” tutupnya. [DR]