Finalis Putri Indonesia Belajar Korupsi

KPK : Banyak Suami Korupsi Karena Istri

Sebanyak 39 finalis Puteri Indonesia bersama pengurus Yayasan Puteri Indonesia (YPI) berpose bersama pimpinan KPK di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl. Kuningan Persada, Rabu (6/3).  (Foto : Oktavian/RM)
Klik untuk perbesar
Sebanyak 39 finalis Puteri Indonesia bersama pengurus Yayasan Puteri Indonesia (YPI) berpose bersama pimpinan KPK di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl. Kuningan Persada, Rabu (6/3). (Foto : Oktavian/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 39 finalis Puteri Indonesia bersama pengurus Yayasan Puteri Indonesia (YPI) menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl. Kuningan Persada, Rabu (6/3). Kedatangan para perempuan cantik dari seluruh provinsi di Indonesia ini untuk belajar mengenai antikorupsi.

“Pagi ini, KPK menerima kedatangan sejumlah pengurus dan juri YPI dan 39 finalis Puteri Indonesia,” ungkap Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (6/3).

Berita Terkait : ABC President Indonesia Tingkatkan Investasi di Pabrik Karawang

Kegiatan ini telah menjadi tradisi YPI sejak beberapa tahun belakangan. Diawali di era Abraham Samad. Melalui kegiatan ini, para finalis Puteri Indonesia diharapkan memahami mengenai upaya pemberantasan korupsi, dan turut menyebarkan nilai-nilai antikorupsi di masyarakat.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata berharap, para calon Putri Indonesia bisa lebih membawa diri dan berani bersikap jujur. Alex, sapaan akrab Alexander Marwata menceritakan, para tahanan KPK umumnya terjerembab tiga hal. Yakni, tahta, harta, dan wanita.

Baca Juga : DKI Akan Kirimkan Surat Permohonan Persetujuan Revitalisasi Monas Ke Setneg

“Ada yang gila kekuasaan, dan ketika dia dapat kekuasaan dan peroleh harta salah satu pelariannya adalah wanita. Nah kami tidak ingin mbak-mbak ini ke depan jatuh ke hal yang negatif, Putri Indonesia banyak yang sukses memang, tapi ada juga yang jatuh,” bebernya.

Alex juga berharap, ketika para calon Putri Indonesia ini berkeluarga, masing-masing dari mereka bisa menjadi pengawal bagi suaminya. Soalnya, banyak suami yang jatuh ke dalam tindak pidana korupsi itu antara lain karena didorong oleh istri.

Baca Juga : Ditanya Soal Izin Revitalisasi Monas, Sekda DKI: Pelaporan Bisa Sambil Jalan

“Kami berharap mbak-mbak nanti bisa jadi agen KPK, saya yakin banyak sekali kan penhikut mbak mbak ini di Twitter, Instagram. Suarakan, berani jujur segala macem di akun mbak-mbak sekalian. Dan semoga siapapun nanti yang jadi pemenang, bisa bawa nama baik indonesia di kancah internasional,” harap eks hakim ad hoc Pengadilan Tipikor ini. [OKT]