RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo tak bosan-bosannya meyakinkan kepada publik bahwa Virus Corona itu nyata. Bukan konspirasi ataupun rekayasa.

Hal itu dikatakan Doni saat rapat dengar pendapat dengan anggota komisi VIII DPR di Gedung Nusantara IV DPR, kemarin.

Doni menjelaskan, sudah jutaan orang terpapar, bahkan yang wafat sudah mendekati angka satu juta jiwa di seluruh dunia. “Di tanah air sudah mendekati 10 ribu orang (yang wafat), dan yang terpapar sudah lebih 230 ribu,” kata Doni.

Baca Juga : Ini Kelompok Masyarakat Yang Tak Bisa Disuntik Vaksin Sinovac

Dia menegaskan, Satgas Covid-19 terus berupaya mensosialisasikan kepada warga agar tetap di siplin menerapkan protokol ke sehatan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT).

Karena itu, lanjut Doni, Satgas Penanganan Covid-19 sudah membentuk Satgas Relawan Perubahan Perilaku Di tingkat Desa, RW dan RT. “Tim ini beranggotakan 100 perwakilan masyarakat yang dipilih oleh kelurahan dengan metode padat karya,” katanya.

Dia menjelaskan, satgas relawan ini akan membantu TNI, Polri dan Pemda mengingatkan masyarakat. Sebagai uji coba, pembentukan satgas ini dilakukan di lima kelurahan DKI Jakarta. “Bila berhasil akan dikembangkan ke daerah daerah lainnya di Indonesia,” tambah Doni.

Baca Juga : Kasus Covid Masih Tinggi, Warga DKI Diminta Tingkatkan Disiplin 3M

Menurut dia, salah satu alasan pembentukan tim ini menjadi program Satgas Penanganan Covid-19 karena masih banyak masyarakat yang merasa tidak akan terpapar Virus Corona. “Data yang dikumpulkan Tim Bidang Perubahan Perilaku (Satgas Penanganan Covid-19) melalui survei Balitbangkes Kementerian Kesehatan, masih terdapat masyarakat yang merasa tidak akan terpapar Covid-19,” kata Doni.

Dia mengatakan, persentase masyarakat yang merasa tidak akan terpapar Covid19 juga begitu tinggi. “Ini menjadi hal yang cukup merepotkan,” ujarnya.

Sementara, kata Doni, tidak mungkin hanya pemerintah saja yang diberikan tanggung jawab untuk mengingatkan masyarakat. Namun, seluruh komponen bangsa harus selalu bersatu padu. “Kita tidak bisa mengurus diri kita tanpa mengurusi orang di sekitar kita, karena corona dibawa bukan oleh hewan, tetapi oleh manusia,” tegasnya.

Baca Juga : Pakar Keamanan Siber : Ini Peringatan Serius Pentingnya UU PDP

Doni berharap, pengetahuan dan pemahaman tentang Covid-19 makin meluas di seluruh wilayah Indonesia. Ketika hanya satu dua orang saja yang sa dar, sementara yang lainnya tidak, maka mereka akan menjadi transmisi pen laran Covid-19.

Karena itu, kata Doni, penegakan disiplin dan hukum menjadi penting. termasuk upaya kesadaran kolektif, disiplin pribadi dan bersama untuk saling melindungi. [QAR]