RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hary Prasetyo, dituntut hukuman penjara seumur hidup. Jaksa Yanuar Utomo menilai Hary terbukti melakukan korupsi pengelolaan dana investasi Jiwasraya yang merugikan negara Rp 16,8 triliun.

“Membebankan kepada terdakwa pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider kurungan penjara selama 6 bulan,” ujarnya membacakan tuntutan pada sidang, Rabu (23/9).

Menurut jaksa, ada beberapa hal yang memberatkan tuntutan Hary. Perbuatannya dianggap telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap bidang asuransi. Hary juga tidak mendukung program pemerintah dalam memerangi tindak pidana korupsi.

Baca Juga : Harga-harga Naik Rakyat Ngelus Dada

“Untuk hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,” ujar Yanuar.

Pada sidang ini, jaksa juga membacakan tuntutan hukuman bagi mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim. Yakni hukuman 20 tahun penjara.

Jaksa menyimpulkan perbuatan Hendrisman memenuhi unsur dakwaan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi. Hendrisman juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Baca Juga : Ketika Jokowi Marah Di Rapat Soal Pertanian (1)

Terakhir, jaksa membacakan tuntutan hukuman bagi mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan. Yakni pidana penjara selama 18 tahun dan pidana denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Syahmirwan juga dianggap terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi. Tim penasihat hukum Hary terkejut dengan beratnya tuntutan hukuman yang diajukan jaksa.

Tim penasihat akan menyampaikan nota pembelaan atau pledoi. Hary juga akan menyusun pledoi pribadi. Tim penasihat hukum meminta majelis hakim mengizinkan pembacaan pledoi di ruang sidang. Bukan melalui video conference (vicon).

Baca Juga : Keluarga Minta Masiku Jangan Ngumpet Terus

“Karena ini menyangkut hidup terdakwa. Untuk pembelaan, mohon izin agar terdakwa dapat hadir di ruangan ini,” pinta tim penasihat hukum.
 Selanjutnya