RMco.id  Rakyat Merdeka - Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini memeriksa Djoko Tjandra, dalam penyidikan kasus suap pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA).

Ini adalah kali kelima Djoko diperiksa penyidik Korps Adhyaksa.

Berita Terkait : Jaksa Pinangki Dituntut 4 Tahun Penjara

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menyatakan, Djoko diperiksa sebagai tersangka, sekaligus saksi bagi tersangka Andi Irfan Jaya.

Penyidik akan mendalami soal pemberian uang 500 ribu dolar AS atau lebih dari Rp 7 miliar, dari Djoko kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari melalui tersangka Andi Irfan Jaya. Duit itu konon hanya sekadar persekot atau uang muka, untuk melicinkan proses pengurusan fatwa di Mahkamah Agung.

Berita Terkait : Ingin Hilangkan Jejak, Pinangki Sita HP Rahmat

Berbekal fatwa itu, Djoko berharap tidak dieksekusi dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali. Sehingga, ia dapat kembali ke Indonesia, tanpa menjalani vonis dua tahun penjara di kasus itu.

"Penyidik menggali soal duit itu. Bagaimana teknis dan caranya, serta maksud dan tujuan pemberian uang sebanyak 500 ribu dolar AS tersebut," ujar Hari, Kamis (24/9).

Berita Terkait : Hakim Cecar Pinangki Soal Jaringan Andi Irfan Jaya

Djoko juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Irfan Jaya. Djoko datang ke Gedung Bundar Kejagung pukul 10.40 WIB. Mengenakan batik warna hitam, masker putih, tanpa rompi tahanan, dan tangan yang tidak terborgol, dikawal dua polisi.

Ditanya wartawan mau ngapain, dia malah bercanda. "Jalan-jalan," selorohnya sembari memasuki Gedung Bundar. [OKT]